Menuju Cipanas, Sampainya ke Nirwana

Sejak berangkat pukul 6 pagi, sudah terbayang Taman Bunga Nusantara, seperti yang kukunjungi di awal 2012. Namun karena kami pergi di hari ketiga libur lebaran, semua warna-warni kembang yang terbayang, memudar segera.

Kami berangkat bertujuh: Ibu, Bapak, 3 kakak dan 1 keponakan. Kami pergi dari Ciganjur, dan masuk tol Cijago. Karena lewat tol itu, kami lebih cepat sampai dekat tol Ciawi. Bersyukur sekali, saat kami tahu ternyata ada kemacetan dari tol di kawasan Cawang hingga Ciawi.  Continue reading

Uji Coba Kedua: Sejuta Rupiah Harganya

Setelah tidak lulus uji teori untuk membuat SIM A di percobaan pertama, Sabtu 19 Juli aku mencoba untuk kedua kalinya. Pada hari itu aku tahu bahwa untuk membuat SIM lewat “jalur khusus”, harganya satu juta rupiah.

Pukul 6 pagi aku, om dan keponakan, berangkat menuju Satpas di Daan Mogot. Pagi itu jalanan sangat lancar, sehingga dalam 60-an menit kami sudah tiba di sana. Continue reading

#AkhirnyaMemilih

Setelah mengamati dan mempelajari kedua kubu, aku pun #AkhirnyaMemilih.

Sejak awal perhelatan dimulai, aku mengamati rekaman performa mereka. Apa yang dilakukan kubu yang satu, juga yang dilakukan kubu satunya lagi. Bagaimana mereka menyerang dan seperti apa pertahanan yang mereka lakukan? Bagaimana efektivitas serangannya? Membabi buta kah? Penuh kalkulasi matang kah?  Continue reading

Balada Pria Pemijat

Dua minggu ini, tema kehidupanku tak jauh dari pijat memijat. Setelah minggu lalu ditawari pijat plus plus di Shanghai, kali ini aku mendengarkan kerasnya kehidupan seorang pemijat.

Sabtu malam aku mencoba layanan pijat refleksi. Katanya mereka menggunakan cairan campuran minyak zaitun dan garam khusus untuk memijat. Kalau dilihat-lihat layanan serupa, pijat refleksi nampaknya bukan layanan utamanya. Layanan utama justru ruangan garam, yang diyakini mampu menyembuhkan sinus dan asma.  Continue reading