Ulasan Serdadu Kumbang

Antusias!

Itu reaksi pertama saat melihat cuplikan film terbaru Alenia Pictures berjudul Serdadu Kumbang. Reaksi kedua: apa kaitannya dengan Laskar Pelangi? Sebab judulnya mirip-mirip, dan temanya pendidikan juga. Aku dan kekasih, kemudian menontonnya pada pemutaran perdana film ini (17/06/11) di bioskop 21 Cibubur Junction.

Tak disangka, di pintu masuk, kami disambut segerombolan orang berkaos sama. Ternyata beberapa pemeran filmnya ada di sana. Kami kaget, sekaligus bingung. Kaget karena tidak menyangka ada Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, dan beberapa pemeran lain. Bingung karena kami tak tahu siapa memerankan siapa; kami juga tak tahu pemeran utamanya siapa (andai mereka menunggu di pintu ketika kami keluar, mungkin akan lain soal).

Selama kurang lebih 1 jam 30 menit, film bertema cita-cita anak-anak di kawasan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini menghibur kami.

Seperti biasa, Alenia selalu memanjakan mataku dengan pemandangan alam Indonesia yang tak pernah kudatangi sebelumnya. Entah itu Papua (Denias), Kupang (Tanah Air Beta), Bondowoso (King) dan sekarang Sumbawa. Menonton film mereka selalu mampu membangkitkan kecintaanku terhadap alam Indonesia.

Sebagai orang awam, pengambilan sudut atau angle di adegan-adegannya juga menarik. Aku amat terkesan dengan satu adegan dimana pemeran utamanya sedang lomba balapan kuda. Dramatis!

Film ini ceritanya pun mengharukan. Ada yang tak lulus UAN, ada yang meninggal, ada yang hartanya dirampas karena tak bayar hutang. Bagi yang mudah menangis, tampaknya akan segera berderai air mata saat menonton film ini.

Lagu pengiringnya menurutku juga enak didengar. Judulnya Serdadu Kumbang, dan dibawakan oleh Ipang (eks vokalis Plastik dan sekarang di BIP).  Tapi kesukaanku ini bisa sangat subyektif mengingat aku suka dengan karakter suara Ipang (penyanyinya) dan format lagu akustik.

Film ini juga berisi banyak kritik terhadap sistem pendidikan di Indonesia, mulai dari pemberian hukuman berlebihan hinggaprofil guru-guru yang kurang bisa digugu dan ditiru.

Selain hal-hal positif di atas, ada kejutan lain berkenaan dengan pemeran utamanya yang berbibir sumbing. Tonton filmnya, jika ingin tahu.

Namun, meski banyak hal positif yang bisa dipetik, menurutku ada beberapa poin yang bisa dibuat lebih baik lagi.

Dalam film ini, aku merasa ada konflik-konflik yang tidak selesai. Seperti ada sub cerita tanpa ada resolusi. Awalnya kupikir, ketika muncul sub cerita A, hasilnya akan ke B atau C atau D. Namun ternyata tidak kemana-mana. Menggantung.

Premis utama filmnya pun tidak secara konsisten dibangun. Jika memang film ini bertema pencapaian cita-cita, ada beberapa bagian film yang justru tidak mendukungnya. Bahkan mungkin tidak terkait sama sekali.

Dan, menurutku judul Serdadu Kumbang membawa beban berat, sebab masih belum sebanding dengan Laskar Pelangi.

Meski demikian, film-film Alenia Pictures memang layak untuk dinanti di tiap liburan sekolah; tak terkecuali Serdadu Kumbang ini. Kita tunggu saja Alenia akan mengangkat daerah mana dan tema apa lagi di tahun depan.

Cuplikan film Serdadu Kumbang

9 thoughts on “Ulasan Serdadu Kumbang

  1. Bener.. banyak yang gantung dan terasa datar ya. Bahkan yang gw tangkep, pesannya kayak ‘cuma’ mengritik sistem pendidikan tentang kelulusan. Masih lebih suka Denias karena bener-bener ‘kena’ banget.. Tapi satu lagi yang bagus: semua pemainnya terlihat natural banget :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>