3 Minggu Setelah Penambalan

Sudah 3 minggu setelah tympanoplasty. Seminggu lalu perban yang menutupi telingaku, sudah diambil. Masa-masa kesulitan untuk keramas juga sudah mulai lewat. Apa saja yang terjadi selama itu?

Bagi yang belum tahu, 3 minggu lalu aku menjalani tympanoplasty, sebuah operasi untuk menambal gendang telingaku yang sudah hampir tidak ada.

Operasi Penambalan Telinga

Selama itu pula, telingaku masih ditutup dengan perban dan dijaga supaya tetap kering. Karena inilah, aku jadi hemat shampo.

bersama si ucil 😀

Seminggu setelah operasi, aku diminta datang untuk membuka perban. Menjelang hari kontrol, nampak perban di telinga sudah penuh dengan darah yang menjadi padat. Hal itu normal terjadi, menurut dokter. Di hari itu, hanya perban luar yang diganti oleh dokter, dan bekas-bekas darah kering dibersihkan olehnya.

Dua minggu setelah operasi, dokter memintaku untuk datang lagi dan melihat kondisi hasil operasi. Selama 2 minggu itu, aku masih mengonsumsi 3 jenis obat: antibiotik, pereda nyeri dan obat alergi (supaya tidak flu dan bersin, sehingga dapat mempengaruhi kondisi gendang telinga baru).

Tanggal 20 Juni, aku pun kembali ke rumah sakit. Ada rasa-rasa cemas bercampur excited saat hendak melaporkan kondisi terkiniku serta membuka perban keseluruhan. Karena kadang aku merasakan sensasi seperti “mendengar” yang sebelumnya jarang terjadi. Tapi kadang seperti ada “genangan air” di dalam telinga kananku. Kadang seperti ada membran yang bergetar ditelinga yang sama.

Apakah kemampuan pendengaranku membaik? Apakah gendang telingaku sudah tertutup? Jangan-jangan masih bolong.” Itu beberapa pertanyaan yang kerap muncul di pikiranku.

Begitu masuk ruang dokter, aku diminta duduk di kursi pemeriksaan. Dia lalu membuka perban yang menutupi telingaku, mengambil (mungkin) perban di dalam lubang telingaku, dan mulai memeriksa serta membersihkannya.

Dokter kemudian mengambil suatu alat, memasukkan ke dalam telingaku dan memotret hasilnya. Dari foto itu bisa kulihat bahwa gendang telingaku sudah ada lagi; dan dalam kondisi tertutup. Ia memberikan obat antibiotik minum dan antibiotik untuk diteteskan ke dalam telinga.

Itu merah-merah artinya pembuluh darahnya sudah ada. Berarti hasilnya baik, ” begitu kata dokter. “Bahkan gendang telinga sekarang lebih bagus, karena lebih tebal,” lanjutnya.

Setelah konsultasi ketiga kalinya, dokter mengatakan semua gendang telinga baru sudah menempel dengan baik. Aku hanya akan diberi tetes telinga racikan asam cuka, untuk membersihkan gendangnya. Namun suatu waktu nanti, masih ada kemungkinan bahwa masalah lama akan muncul kembali, dan gendang telingaku perlu sedikit dilubangi.

Aku diminta kembali 2 minggu lagi, lalu 2 dan 6 bulan lagi. Dari observasi itu, baru akan diketahui apakah memang betul ada perbaikan pendengaran. Akan ada tes audiometri untuk menentukan hasilnya.

Semoga hasilnya baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *