Lho, Berapa Minggu?

Dear Kakak.

Tanggal 2 Mei kami mengecekmu kembali ke dr. Ovy. Seperti biasa, selalu dag dig dug kalau mau bertemu dengan kamu. Sehatkah kamu? Sudah sebesar apa kamu? Sudah dapat melakukan apa?

Kami akhirnya dapat kesempatan konsultasi, kurang lebih hampir pukul 9 malam; dari jadwal sekitar pukul 7. Seperti biasa, kami disambut ramah oleh sang dokter. Tak lama langsung kami cek menggunakan USG.

Continue reading

HBR dan Book Depository

Menemukan buku bagus itu adalah hal yang berbahaya; apalagi kalau buku itu harganya mahal. Jadi obsesif membuka situs jual buku online, dan berharap harganya turun. Harapan itu didorong karena fenomena aneh tentang penurunan harga.

Sekitar 2-3 minggu lalu aku dan istri pergi ke Gramedia Matraman. Tak sengaja menemukan paket buku HBR’s 10 Must Reads. Harganya fantastis, 1.8 juta rupiah. Eaaaaa!

HBR’s 10 Must Reads

Continue reading

Makanan Untuk The Dynamic Duo

Your body will never work harder than it does during pregnancy and birth. To maintain your strength and energy levels, and give your baby the best start in life, you must eat well.”

Dr. Miriam Stoppard’s Your Healthy Pregnancy

Begitu pembukaan bab 2 buku Trusted advice: Your healthy pregnancy, yang ditulis oleh Dr. Miriam Stoppard. Aku mengamininya, mengingat istri dan si Kakak, my dynamic duo, akan butuh banyak asupansehat untuk menjaga kesehatan dan perkembangan janin.

Continue reading

Detak Jantung Kakak

Dear Kakak.

Hari ini Ayah dan Ibu deg-degan ingin bertemu denganmu. Sejak bangun tidur, inginnya langsung pukul 19 saja, karena jadwal bertemu dokter baru bisa malam hari. Excited rasanya ingin melihat kamu.

Malam ini kami akan konsultasi ke dr. Ovy, salah satu dokter sekaligus pengajar di FK UI. Aku kenal beliau ketika pelatihan. Karena kenal, kami merasa lebih nyaman untuk konsultasi.

Continue reading

2 Strip dan 9 Milimeter

Pagi-pagi, saat mata masih berembun dan belum jelas melihat, istriku duduk di sampingku tidur. Beberapa detik mencoba membuka mata dan memperjelas fokusnya, aku akhirnya tahu ia sedang menyampaikan apa.

Ia menunjukkan kertas kecil seukuran korek api dengan senyuman mengembang. Di kertas tersebut ada garis; 2 buah garis berwarna merah, pada bagian bawahnya.

Continue reading