Harian
Ingin Menginspirasimu
Bepergian dengan bis dan angkot memang menyenangkan; jika kita kesampingkan masalah kemacetan. Saat-saat duduk di kursi yang keras dan jauh dari nyaman itu selalu bisa kugunakan untuk melakukan hal yang kusuka: berpikir. Mulai dari mengomentari papan iklan besar yang terpampang di pinggir jalan, hingga memikirkan krisis iklim atau masalah kehidupan dan kematian. Kadang pikir... »
Hanya Pemikiran Kita Yang Tidak Baru
Kubuka mata setelah tidur menutupnya malam ini. Kugapai-gapai ponsel, yang biasanya ada di samping kiri badanku (atau kadang tertindihnya). Kupicingkan mata menatapnya; mencoba mencari tahu jam berapa sekarang. 05.36. Begitu terlihat di layarnya. Sudah beberapa minggu ini aku selalu terbangun di jam-jam yang kurang lebih sama seperti hari ini. Aku jadi teringat pada suatu masa dalam... »
Sorry, You’re the Speaker
Di Sebuah ruang konferensi; di Hotel Sheraton Yogyakarta, aku baru saja sampai di ruangan dan langsung mendekati meja tempat pembicara akan menyampaikan presentasinya. Singaporean: “Could you help me with this?” (sambil melihatku, lalu menunjukkan laptopnya dan sebuah kabel penghubung leptop dengan LCD). M: (menengok ke arahnya; keheranan dalam hati) siapa dia?” Singaporean: (menengok ke arahku lagi; kali... »
Makanlah Sayur Buatan Ibu
Sore-sore. Hujan. Basah-basah. Dingin-dingin. Wah, enaknya makan mi rebus nih. Jadi, setelah sampai rumah keinginan itu makin nyata. Seturun dari motor, aku langsung menghampiri ibu. Kulihat ia, berdaster, memegang kemoceng sambil mengelap kaca depan rumah. Kaca itu baru saja dikeringkannya, setelah basah oleh cipratan hujan angin sore ini. “Ada indomi gak?” tanyaku. “Ada, di panci,” jawabnya. Ibu memang... »