dia-dalam-pikiranku, dia-yang-pikiranku-harapkan
mungkin,
selama ini,
aku jatuh cinta pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku,
dia-yang-pikiranku-harapkan
–
aku tak begitu mengenalnya,
namun kumerasa sebaliknya.
mungkin,
aku mengenali dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku,
dia-yang-pikiranku-harapkan.
aku tertarik padanya,
atau,
aku tertarik pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan
aku menyayanginya,
atau,
aku sayang pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan
aku mengharapkannya,
atau,
aku berharap pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan
aku melihatnya bersamaku di masa datang,
atau,
aku melihat dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan
aku melihatnya mengisi sisa hidupku,
atau,
aku mengisi hidupku dengan dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan
–hanya kebingungan dari pikiran tanpa bimbingan

waaaa!! moko!! bagus skali “tulisan iseng2″nya!! keren!! stelah dibantu temen gw, gw baru bisa mnyadari apa arti ni tulisan (itu juga hanya bdasarkan persepsi gw dan tmn gw, tak taw kbenarannya), hehehe..
cool!!
inti tulisan ini adalah : kita melihat seseorang sebagaimana adanya atau sudah tersisipi harapan-harapan atau pemikiran-pemikiran kita? sebab sangatlah mungkin hal tersebut mendistorsi apa yang kita rasakan..
k moko. boleh dicopy ga? kena bgt nih. ahahahaha. boleh ya boleh yaa. namanya ditulis kokk.
boleh kok. silakan saja =)
Naah.. terus kalo udah begitu, mesti gimana?? hohoho..
aku baca setelah ada referensi dari edina,
keren bgt pak bos…
kena gitu…
haha, ini bisa dibilang,
sindrom kebingungan yang sering gw alami,Mok
ciyeee, cihuy Kathy