Aku, Dahulu Hingga Hari Ini

Aku. Dahulu. Pernah merindukan kamu. Mengingat-ingat senyumanmu. Mengulang-ulang gerak lambat tawa khasmu. Atau sekedar membaca kembali tulisan tanganmu.

Aku. Tak lama lalu. Pernah merasakan sembiluan karena keputusanmu meninggalkanku. Katamu, kita tak akan pernah berhasil. Katamu, tak ada guna jika lanjutkan jalan berdua. Sampai akhirnya kamu kembali kepadanya.

Aku. Tak sampai sebulan lalu. Telah menetapkan untuk menerima kepedihan itu. Ia bagian dari masa lampau yang perlu kuterima. Kuikhlaskan ia sebagai jalur menuju hikmah di kemudian waktu. Dan aku tetapkan untuk melepasmu.

Aku. Hari ini. Berharap tak perlu menyudahi mimpi-mimpi tadi. Jadinya, tak perlu pula aku menyudahi nafasmu dengan ujung belatiku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *