Home » Ulasan » Wisata » Wisata Taman Bunga Nusantara

Wisata Taman Bunga Nusantara

Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan (termasuk kemacetan di Ciawi dan menuju Puncak), kami tiba di Taman Bunga Nusantara dan siap berwisata!

Wisata di Dalam Taman Bunga Nusantara

Kami lalu masuk ke TBN dan membeli tiket. Begitu masuk kami disuguhi pemandangan luar biasa!

Panorama di Taman Bunga Nusantara

Kegiatan pertama yang ingin kami lakukan adalah berkeliling TBN menggunakan kereta, namanya Dotto Train. Uang Rp. 25.000 kami keluarkan untuk membeli tiket, sekaligus naik kereta.

Tapi karena menjelang makan siang, kami pun makan dulu saja. Di dalam TBN ada kantin, namun cukup kecil. kira-kira hanya bisa memuat 15-20 orang. Harga makanannya pun tidak murah juga. Rata-rata harganya 20 hingga 30 ribu rupiah. Karena penuh, kami pun makan di areal parkir TBN. Tapi ternyata sama mahalnya. Nasi pakai sup, ati dan ampela serta es teh manis 2 gelas, plus pocari sweat  kecil, harganya Rp. 28.000. Ugh!

Setelah makan, kami ke toilet, foto-foto sebentar lalu naik Dotto Train. Dengan kereta ini, kami diajak mengelilingi lingkar luar TBN. Mulai dari areal Taman Jam, Taman Perancis, hingga Taman Jepang dan rumah kaca. Perjalanan keliling ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Perjalanan Dengan Dotto Train

Berikutnya kami naik ke menara pantau, niatnya mau berfoto bersama. Setelah naik ke lantai 4, Aku sadar tak membawa konektor tripod dan kamera. Huhuhu. Batal deh foto bersama dengan tripod. Di menara ini pula kami bisa melihat seluruh area TBN, termasuk Taman Labirin yang akan kami sambangi.

Taman Rahasia

Kami turun lalu masuk ke labirin. Setelah berputar-putar, ternyata kami bisa sampai di tengah dengan cukup mudah. Ternyata tak sesulit yang dibayangkan; meski banyak orang lain yang tersesat. *sombong*

Selepas labirin, kami menuju taman-taman lain. Perancis, Bali, Jepang lalu Rumah Kaca jadi tujuan kami. Sebenarnya ada beberapa taman lain dan objek wisata lain, tapi kami tak datangi. Objek lain seperti go kart, kolam apung, kereta-keretaan, tempat outbound dan beberapa lainnya (lupa).

Di tengah-tengah perjalanan, hujan deras melanda. Untungnya kami sedang berisitirahat di semacam gubuk di Taman Bali. Sampai akhirnya atap yang bocor memaksa kami pindah. Tapi setelah hujan berhenti, udara nan segar dan matahari cerah, menyemangati wisata kami (baca: si kekasih foto-foto).

Ah, memang tempat ini tempat yang pas untuk dinikmati pemandangannya. Bunga di mana-mana. Warna-warni di sana sini. Apalagi kalau untuk foto pre-wedding. Eeh..

Setelah puas foto-foto, kami lalu membeli beberapa kaktus untuk oleh-oleh dan bergerak pulang ke Jakarta. Kami kira petualangan kami sudah selesai, namun ternyata belum lho..

…cerita selanjutnya tentang perjalanan pulang dari taman bunga nusantara.