Home » Cerita » (Kembali) Berjabat Tangan

(Kembali) Berjabat Tangan

Sudah semenjak lama tak bersalaman, melontarkan senyum, menyebut nama sendiri dan mendapatkan nama seseorang, lalu menjadi teman.

Beberapa waktu belakangan ini, teman lebih sering didapat didapat dari notifikasi: sebuah foto, nama orang, profil (yang kadang bisa diklik atau kadang tidak), dan permintaan confirm atau ignore. Jika kenal dengan nama dan mukanya, pilihan pertama segera diambil. Lalu, jadilah ia temanku. Jika tidak, alternatif kedua (atau alternatif ketiga: didiamkan saja) menjadi pilihan, dan dia tak akan jadi temanku.

Mari ingat kembali cara lama :)