(Kembali) Berjabat Tangan
Sudah semenjak lama tak bersalaman, melontarkan senyum, menyebut nama sendiri dan mendapatkan nama seseorang, lalu menjadi teman.
Beberapa waktu belakangan ini, teman lebih sering didapat didapat dari notifikasi: sebuah foto, nama orang, profil (yang kadang bisa diklik atau kadang tidak), dan permintaan confirm atau ignore. Jika kenal dengan nama dan mukanya, pilihan pertama segera diambil. Lalu, jadilah ia temanku. Jika tidak, alternatif kedua (atau alternatif ketiga: didiamkan saja) menjadi pilihan, dan dia tak akan jadi temanku.

Mari ingat kembali cara lama
Rekomendasi
Komentar
- FA Triatmoko HS on Tentang Kesederhanaan
- FA Triatmoko HS on Book Wish List
- Ibe on Book Wish List
- Ibe on Tentang Kesederhanaan
- FA Triatmoko HS on Catatan Akhir Semester
- auliyyaa on Catatan Akhir Semester
- Novani Nugrahani on Tentang Kesederhanaan
- Bali, Saya Datang! | aku dalam kata on Sorry, You’re the Speaker
- iiE on Sorry, You’re the Speaker
- FA Triatmoko HS on Seminggu Pertama Kuliah
Kategori
- Acak (201)
- Artikel (1)
- Berita Dunia (12)
- Inspirasi (5)
- Lingkungan (2)
- Bukuku (1)
- Cerita (74)
- Foto (5)
- Pendidikan (4)
- Psikologi (44)
- Kebersyukuran (26)
- Kisah Manusia (12)
- Kreativitas (1)
- POPsy! (5)
- Puisi (66)
- Refleksi (19)
- Tentang Cinta (9)
- Twente (8)
- Ulasan (20)
Arsip
Telusuri blog ini




