ikhlaskan saja

di atas kayu nisan
huruf-huruf merangkaikan namamu.

namamu, kadang perlahan, kadang cepat
membukakan pintu kenangan di pikiranku.

pikiranku, kadang perlahan, kadang cepat
memancing seluruh muatan dari hatiku;
senang kala kita tertawa,
takut kala kita hampir terperosok lubang,
marah saat rencana tak jadi nyata,
atau sedih saat diterpa kegagalan.

kesemuanya,
membuat ikatanku denganmu makin erat.

namun,
di sela timbunan tanah yang semakin menebal, di peraduan terakhirmu,
kulihat langit saat kutengok jauh ke arah lain.
sebentuk awan menggantung di cerah dan panasnya siang itu.
bentukannya tak biasa: 2 bongkah yang menyatu.
dan, kuartikan sebagai:
kamu sedang melambaikan tangan ke arah sini.

ah,
kamu saja sudah ucapkan selamat tinggal,
tak perlulah aku dan kami semua
mengikatmu dalam segala kenangan,
dalam hati dan pikiran.

yang perlu, kuikhlaskan saja kamu.

~ teman, mari relakan Nomi

aku memang tak tahu
kamu dimana saat ini.
tapi, setidaknya,
kuyakin kamu di Tangan Yang Tepat.

1 2 3 4 8