:( : hari ini hari yang berat.
:) : jikalau itu benar, pastinya kau sudah jauh lebih kuat saat ini.

 

tiba-tiba,
rindu ibu.

 

Betapa senangnya saat mendengar suara ibu berkata,”Selamat ya dek.”

 

dia akan mencoba mengubah arah hidupmu
dan membuatmu ingin melakukan sesuatu!

~ komentar tentang buku City of joy

 

di atas kayu nisan
huruf-huruf merangkaikan namamu.

namamu, kadang perlahan, kadang cepat
membukakan pintu kenangan di pikiranku.

pikiranku, kadang perlahan, kadang cepat
memancing seluruh muatan dari hatiku;
senang kala kita tertawa,
takut kala kita hampir terperosok lubang,
marah saat rencana tak jadi nyata,
atau sedih saat diterpa kegagalan.

kesemuanya,
membuat ikatanku denganmu makin erat.

namun,
di sela timbunan tanah yang semakin menebal, di peraduan terakhirmu,
kulihat langit saat kutengok jauh ke arah lain.
sebentuk awan menggantung di cerah dan panasnya siang itu.
bentukannya tak biasa: 2 bongkah yang menyatu.
dan, kuartikan sebagai:
kamu sedang melambaikan tangan ke arah sini.

ah,
kamu saja sudah ucapkan selamat tinggal,
tak perlulah aku dan kami semua
mengikatmu dalam segala kenangan,
dalam hati dan pikiran.

yang perlu, kuikhlaskan saja kamu.

~ teman, mari relakan Nomi

aku memang tak tahu
kamu dimana saat ini.
tapi, setidaknya,
kuyakin kamu di Tangan Yang Tepat.

 

kudekap dia, erat.

pelan, pelan, ku melepas pelukan.

Aku sayang dirimu, katanya.

Aku tersenyum,
dan kulihat ibu pun tersenyum balik.

 

oh, maafkan dia,
yang menghancurkan hati
dan
melelehkan air mata seorang ibu.

 

Aku ingin jatuh cinta kembali pada hujan,
yang memandikan ibu pertiwi akhir-akhir ini.

 

kulihat ke atas,
kutemukan
bulan tengah disunting langit:
sebuah sinaran cincin melingkari indah, tepiannya.

 

Switch to our mobile site