Awan kecil sudah merelakan diri menjadi bagian dari bumi. Ia pun menitis menjadi hujan dan menyatu dengan tanah. Tapi betapa kecewanya ia ketika tahu apa yang ditemuinya disana.
Perlahan ia menyusupi rongga-rongga tanah. Tak ada yang akan menghentikan niatnya kini. Namun tiba-tiba ia tertumbuk, semacam tembok berwarna putih. Bentuknya bulat dan berdinding. Kini awan kecil [...]
Awan kecil siap menitik menuju tanah ibunya. Ditengoknya kembali langit dan ayahnya yang bergantung di sana. Ayah tersenyum bangga. Namun awan kecil merunduk dalam ketidakrelaan.
“Aku masih ingin di langit. Bercanda dengan angin. Dikelitiki petir. Untuk apa aku mesti berjumpa dengan bumi?”
Ia pun makin meluncur ke bumi dan makin tak ikhlas.
–
Tiba-tiba seekor [...]
“Ayah, nanti aku mau jadi awan terus ya?” sambil berputar kesana kesini bersama angin.
Ayah hanya tersenyum mendengar tingkah polah awan mini di sampingnya.
“Di sini enak. Aku bisa lihat semua makhluk bumi. Atap pepohonan. Liukan sungai. Indah sekali mereka ya. Aku suka!”
Ayah mengusap kepala anaknya dengan lembut.
-
Sampai suatu waktu.
“Ayah, badanku [...]
Selepas rapat, menjelang jam 4 sore, sebuah SMS datang seperti hujan deras memenuhi sungai di mataku.
Aku sedang berbicara dengan seorang kolega, saat sebuah pesan singkat menggetarkan ponselku. Isinya, ibu berbicara menyelamati ulang tahunku. Banyak doa di sana, mulai dari pekerjaan, rejeki hingga pendidikan. Aku membacanya terus hingga di akhir, “aku sangat menyayangimu.”
Aku tersedak. [...]
“Tadi lo bawa coklat gue dari kulkas ya?”
Begitu pesan singkat kukirimkan pada masku. Alasannya simpel. Sebatang coklat Monggo milikku di dalam kulkas, telah raib saat mau dimakan.
Sebelum kubuka kulkas, terbayang rasa coklatnya yang agak pahit. Terbayang pula mau laporan di plurk. Namun begitu kubuka, coklat itu telah hilang. Api seperti membakar hingga ubun-ubun. [...]
Kupikir selama ini aku orang yang sederhana, namun ternyata aku belum, dan masih jauh dari sana.
Aku lahir dan besar dari keluarga yang biasa-biasa saja. Bisa dibilang cukuplah, untuk bisa hidup sehari-hari. Bahkan aku dan kedua kakakku bisa kuliah, meski ibu hanya guru SD dan bapak hanya karyawan biasa.
Dari kecil aku terbiasa tidak hidup [...]
Rekomendasi
Komentar
- kharismadw on Buku Tamu
- Tasya on Baju Putih Kedombrongan Pak Jokowi
- FA Triatmoko HS on Usaha Kuliah Lagi
- FA Triatmoko HS on Usaha Kuliah Lagi
- Kimi on Usaha Kuliah Lagi
- FA Triatmoko HS on Sherlock: Sebuah Review
- Kimi on Sherlock: Sebuah Review
- FA Triatmoko HS on Sherlock: Sebuah Review
- Kimi on Sherlock: Sebuah Review
- Anonymous on Malu Tulisan Masa Lalu
Kategori
- Acak (201)
- Artikel (1)
- Berita Dunia (12)
- Inspirasi (5)
- Lingkungan (2)
- Bukuku (1)
- Cerita (58)
- Foto (1)
- Pendidikan (1)
- Psikologi (37)
- Kebersyukuran (25)
- Kisah Manusia (10)
- POPsy! (5)
- Puisi (65)
- Refleksi (15)
- Tentang Cinta (8)
- Twente (8)
- Ulasan (14)
Arsip
Telusuri blog ini




