Kelas Koki Cilik!

Memperkenalkan aktivitas terbaruku dan kekasih:

Kelas Koki Cilik!

Kami akan bersenang-senang dengan anak-anak usia SD, berbagi pengalaman positif saat memasak, dan tentunya membekali mereka dengan ketrampilan hidup yang penting: memasak makanan sehat sendiri.

Koki Cilik Menggulung Sushi

Penasaran? Yuk, mampir ke blog Kekoci atau ikuti Kekoci di Twitter Kekoci.

Sudah ada 6 kelas lho; dan akan terus bertambah.

Soto Tangkar Asemka

Menemukan tempat makan enak nan murah itu amat menyenangkan, seperti yang kami rasakan siang ini di kawasan Asemka, kawasan kota tua.

Tujuan utama ke Museum Bank Mandiri. Tapi karena sudah lapar, maka aku dan kekasih memutuskan mau makan siang dulu. Daerah itu amat asing bagi kami, dalam hal lokasi makan enak. Maka sebelum berangkat, kami googling dulu. Kami menemukan ada penjual soto tangkar di kawasan Asemka. Rasa penasaran membuat kami ingin dan akan mencarinya.

Setelah keluar Stasiun Jakarta Kota, kami menyeberang lewat terowongan, lalu berjalan menuju Jalan Asemka. Terus. Kami terus berjalan, namun tak juga menemukan tempat makan itu. Kami pun menanyakan ke pedagang sekitar, dan diberitahukan lokasinya. Patokannya, jika menemukan pos terpadu di Jalan Asemka, langsung belok kanan. Kemudian gang pertama di sebelah kiri, segera masuk.


View Soto Tangkar in a larger map

Tempat pedagang ini agak terpencil. Masuk gang kecil. Meja dan kursinya pun tak banyak. Paling banyak hanya 5 orang makan bersamaan di situ.

Menu di sana ada soto daging, ayam, sapi, jeroan dan sejenisnya. Kami memesan soto sapi, namun ternyata sudah habis. Akhirnya kami memesan soto campur. Ada tulang lunak, emping, daun bawang dan jeroan di dalamnya. Soto ini disajikan terpisah dengan nasi, dan ditambah dengan kerupuk putih 1 buah.

Soto Tangkar di Jalan Asemka

Tangkar itu sendiri berarti tulang lunak. Dan menurut pedagang yang telah berjualan 10 tahun di tempat itu, soto ini asalnya dari Bogor. Kami kira dari daerah mana..

Setelah kami coba, ternyata sotonya enak. Soto campur yang tampilannya mirip tongseng, namun lebih muda warnanya ini, dagingnya lembut. Kuahnya juga enak. Pas lah di lidah. Harganya pun tak mahal. Hanya Rp. 10.000. Pantas banyak yang datang beli soto di sana (setidaknya saat kami selesai, ada sekitar 8 pembeli lainnya).

Kalau ada kesempatan sehabis belanja barang di Pasar Asemka, bisalah mampir kesini. Asal hati-hati saja dengan kolesterol.

Siomay Mami, Bikin Mau Lagi

Aku ingat dulu ketika masih kuliah, seorang teman namanya Ucrit, biasa dipanggil Asthri, sering membawa siomay buatan ibunya. Bagi mahasiswa dengan radar anak kos-an (baca: pecinta gratisan), ini ibarat upacara pesta. Bagaimana tidak? Siomay-nya enaaaaaak sekaliiii! Dan hari ini aku mencicipinya lagi.

Namun kali ini siomay itu sudah berlabel Siomay Mami. Dan sudah ada siomay keju, yang rasanya nyam nyam nyam! Kalau kata kekasihku, “enyak parah yg kezuuu.” Tapi siomay rasa asli juga enak kok.

Siomay sedang dikukus

Dan memang enak sekali. Ketika tengahnya terbuka, ada keju meleleh dari dalamnya. Apalagi kalau dimakan selagi hangat. Harganya pun tak mahal. Per butir antara Rp.3.500-4.500.

Kalau tertarik, bisa mampir-mampir ke situsnya dan pesan di sana. Pemesanannya bisa lewat telpon ataupun e-mail. Kalau jauh, bisa juga diantar ke rumah; ongkos kirim tergantung lokasi.