Sebuah lagu memang bisa membangkitkan kenangan dan emosi yang menyertainya. Apalagi jika lagu itu diciptakan dan dibawakan band sendiri..dan aku, tak lagi berjalan di dalam dalam band itu.
Awal tahun 2000-an aku tergabung dalam sebuah band. Harmonic namanya. Ini adalah band bentukan kakakku dan teman-teman kampusnya. Di sana, aku berperan sebagai [...]
Sebuah lagu memang bisa membangkitkan kenangan dan emosi yang menyertainya. Apalagi jika lagu itu diciptakan dan dibawakan band sendiri..dan aku, tak lagi berjalan di dalam dalam band itu.
Awal tahun 2000-an aku tergabung dalam sebuah band. Harmonic namanya. Ini adalah band bentukan kakakku dan teman-teman kampusnya. Di sana, aku berperan sebagai gitaris 2.
Rasanya seperti baru kemarin aku tergabung di sana. Latihan dari 1 studio ke studio lain. Dari yang sound system-nya pas-pasan hingga mencoba studionya personil band Stinky.
Seperti baru kemarin juga, gerilya dari satu panggung ke panggung lain. Dari 1 festival ke festival lain. Satu radio ke radio lain.
Kupikir dulu jalanku adalah di musik, yaitu jadi musisi. Sejak kecil, musik sudah jadi bagian hidupku. Tiap pagi selalu terputar alunan lagu dari kaset milik bapak ibu. Saat SMA, aku mulai ngeband secara resmi. Dari 1 acara ulang tahun teman ke ulang tahun teman lain, hingga acara ulang tahun sekolah.
Setelah tergabung dalam Harmonic, aku pun makin yakin dengan jalan musik. I’m willing to go through everything for it. Tawaran menjadi salah satu kepala bidang di senat kampus ditolak. Tawaran kerja dengan gaji menggiurkan juga kutolak. Semua untuk bisa bermain musik dalam band dan manggung, lalu bisa menghasilkan kaset.
Namun makin lama, aku merasa ada yang tidak pas. Sepertinya bukan jadi musisi seperti itu yang kubutuhkan. Yang selalu terbayang saat mengandaikan diri menjadi musisi adalah: panggung kecil, dekat penonton, suasana hangat, diselingi minuman hangat dan obrolan santai. Bukan seperti band-band di televisi.
Band-band di televisi juga turut membentuk keputusanku. Aku tak ingin seperti mereka, yang tak otentik. Dicitrakan sesuai kebutuhan dan kemauan produser, demi keinginan pasar. Belum lagi isi lagu mereka. Rata-rata lagu-lagu cinta yang..yah, tak mengajarkan hal-hal positif bagi pendengarnya. Aku takut suatu saat akan jadi bagian roda itu.
Pemikiranku makin bulat. Jalanku bukan di situ. Dan aku pun mengundurkan diri dari band.
Malam ini, hampir 5 tahun kemudian. Ingatanku terbang menuju masa itu, saat aku dan Harmonic berjalan bersama. Kami telah membuat lagu-lagu yang bagus. Enak didengar lah. Tapi memang jalan kita hanya sampai di situ saja; setidaknya untuk kali ini.
Namun kawan, aku doakan kita, kamu dan kamu, supaya, meski tak lagi bersama dalam musik, akan tetap menjalani hidup masing-masing yang penuh berkah. Sungguh kawan, karena tak mungkin aku untuk tak merindukanmu.
Lagu favorit terbaru: Jason Mraz – 93 Million Miles.
93 million miles from the Sun, people get ready get ready,
’cause here it comes it’s a light, a beautiful light, over the horizon into our eyes
Oh, my my how beautiful, oh my beautiful mother
[...]
Lagu favorit terbaru: Jason Mraz – 93 Million Miles.
93 million miles from the Sun, people get ready get ready,
’cause here it comes it’s a light, a beautiful light, over the horizon into our eyes
Oh, my my how beautiful, oh my beautiful mother
She told me, “Son in life you’re gonna go far, and if you do it right you’ll love where you are
Just know, that wherever you go, you can always come home”
Ohh…ohh…ohh…
Ohh…ohh…ohh…
240 thousand miles from the Moon, we’ve come a long way to belong here,
To share this view of the night, a glorious night, over the horizon is another bright sky
Oh, my my how beautiful, oh my irrefutable father,
He told me, “Son sometimes it may seem dark, but the absence of the light is a necessary part.
Just know, you’re never alone, you can always come back home”
Ohh…ohh…ohh…
Ohh…ohh…ohh…
You can always come back…back…
Every road is a slippery slope
There is always a hand that you can hold on to.
Looking deeper through the telescope
You can see that your home’s inside of you.
Just know, that wherever you go, no you’re never alone, you will always get back home
Ohh…ohh…ohh…
Ohh…ohh…ohh…
Ohh…ohh…ohh…
Ohh…ohh…ohh…
Ohh…ohh…ohh…
93 million miles from the Sun, people get ready get ready,
’cause here it comes it’s a light, a beautiful light, over the horizon into our eyes…
*liriknya: 93 Million Miles
Jadi, musik masa mudaku adalah Slank.
Pertama kenal saat di kelas 2 SMP, dari seorang teman sekelas dan juga dari MTV yang sedang mulai jaya. Album pertama yang kupunya berjudul Lagi Sedih. Saat itu Slank sedang kacau-kacaunya. Narkoba dan juga keluarnya Indra, Pay dan BonQ, pentolan-pentolannya.
Semua-muanya bergambar Slank. Tas slempangan, coret-coretan di sepatu, sampul [...]
Jadi, musik masa mudaku adalah Slank.
Pertama kenal saat di kelas 2 SMP, dari seorang teman sekelas dan juga dari MTV yang sedang mulai jaya. Album pertama yang kupunya berjudul Lagi Sedih. Saat itu Slank sedang kacau-kacaunya. Narkoba dan juga keluarnya Indra, Pay dan BonQ, pentolan-pentolannya.
Semua-muanya bergambar Slank. Tas slempangan, coret-coretan di sepatu, sampul buku bahkan ukiran hasil vandalisme di meja kelasku. Makin lengkap dengan playlist Slank di manapun ada gitar dan kawan bernyanyi. “Keren aja kayaknya kalau jadi anak Slankers.”
Meski sudah tiap hari mendengarkan lagunya, baru ketika kelas 1 SMA aku menyambangi markas mereka di Gang Potlot dan mulai nongkrong di sana. Kadang datang dengan beberapa teman sekolah. Kadang sendirian. Tapi tak pernah bertemu langsung dengan salah satu dari personilnya waktu itu. Saat itu pula aku resmi jadi salah satu Slankers. Dibuktikan dengan kartu anggota; yang saat ini entah ada di mana.
Namun bersamaan dengan masa remaja yang mulai luntur, rasa slankers pun mulai luruh juga. Aku tak lagi ke Potlot. Album terakhir yang kumiliki dan kudengarkan adalah Virus Roadshow di tahun 2001. Di tahun yang sama, aku mulai berkuliah dan kenal dengan musik-musik lain.
Alhasil Slank terkubur dengan sendirinya bersama masa remaja. Namun bukan berarti kenangannya hilang. Sudah 2 bulan terakhir, suara Kaka, gebukan drum Bimbim, betotan bas Ivan dan raungan gitar Ridho dan Abdee mengiang di telingaku. Dan memori pun mengalir tanpa diminta.
Lagu yang sangat indah, tentunya!
Jason Mraz – I Won’t Give Up
Hmmmm … Hmmmm … Hmmmm … Hmmm …
When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There’s so much they [...]
Lagu yang sangat indah, tentunya!
Jason Mraz – I Won’t Give Up
Hmmmm … Hmmmm … Hmmmm … Hmmm …
When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There’s so much they hold
And just like them old stars
I see that you’ve come so far
To be right where you are
How old is your soul?
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
And when you’re needing your space
To do some navigating
I’ll be here patiently waiting
To see what you find
‘Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it
No, I won’t give up
I don’t wanna be someone who walks away so easily
I’m here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
And in the end, you’re still my friend at least we did intend
For us to work we didn’t break, we didn’t burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I’ve got, and what I’m not
And who I am
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
Still looking up.
I won’t give up on us (no I’m not giving up)
God knows I’m tough enough (I am tough, I am loved)
We’ve got a lot to learn (we’re alive, we are loved)
God knows we’re worth it (and we’re worth it)
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
lirik dari azlyrics.
Sebuah lagu ciptaanku, tentang kota Jogjakarta yang selalu membuat kerinduan meletup-letup. Dibawakan oleh Harmonic Band. Selamat menikmati!
Sebuah lagu ciptaanku, tentang kota Jogjakarta yang selalu membuat kerinduan meletup-letup. Dibawakan oleh Harmonic Band. Selamat menikmati!
Make me a channel of your peace:
Where there is hatred, let me bring your love,
Where there is injury, your pardon, Lord,
And where there’s doubt true faith in you.
Make me a channel of your peace:
Where there’s despair in life, let me bring hope,
Make me a channel of your peace:
Where there is hatred, let me bring your love,
Where there is injury, your pardon, Lord,
And where there’s doubt true faith in you.
Make me a channel of your peace:
Where there’s despair in life, let me bring hope,
Where there is darkness, only light,
And where there’s sadness, ever joy.
O Master, grant that I may never seek
So much to be consoled as to console;
To be understood as to understand,
To be loved, as to love with all my soul!
Make me a channel of your peace:
It is in pardoning that we are pardoned,
In giving of ourselves that we receive,
And in dying that we are born to eternal life.
Nice song with powerful and moving lyrics
Follow through
Make your dreams come true
Don’t give up the fight
You will be all right
Cause there’s no one like you
In the universe
Don’t be afraid
What your mind conceals
Nice song with powerful and moving lyrics
Follow through
Make your dreams come true
Don’t give up the fight
You will be all right
Cause there’s no one like you
In the universe
Don’t be afraid
What your mind conceals
You should make a stand
Stand up for what you believe
And tonight we can truly say
Together we’re invincible
And during the struggle
They will pull us down
But please, please let’s use this chance to
Turn things around
And tonight we can truly say
Together we’re invincible
Do it on your own
Makes no difference to me
What you leave behind
What you choose to be
and whatever they say
Your soul’s unbreakable
And during the struggle
They will pull us down
But please, please let’s use this chance to
Turn things around
And tonight we can truly say
Together we’re invincible
Together we’re invincible
And during the struggle
They will pull us down
Please, please let’s use this chance to
Turn things around
And tonight we control history
Together we’re invincible
Together we’re invincible
PS: it’s an unlikely but good choice for a wedding songs
Great song with great lyrics.
Lying here with you
Listening to the rain
Smiling just to see the smile upon your face
These are the moments I thank God that I’m alive
These are the moments I’ll remember all my life
I found [...]
Great song with great lyrics.
Lying here with you
Listening to the rain
Smiling just to see the smile upon your face
These are the moments I thank God that I’m alive
These are the moments I’ll remember all my life
I found all I’ve waited for
And I could not ask for more
Looking in your eyes
Seeing all I need
Everything you are is everything to me
These are the moments
I know heaven must exist
These are the moments I know all I need is this
I have all I’ve waited for
And I could not ask for more
Chorus
I could not ask for more than this time together
I could not ask for more than this time with you
Every prayer has been answered
Every dream I have’s come true
And right here in this moment is right where I’m meant to be
Here with you here with me
These are the moments I thank God that I’m alive
These are the moments I’ll remember all my life
I’ve got all I’ve waited for
And I could not ask for more
Chorus
I could not ask for more than the love you give me ‘Coz it’s all I’ve waited for
And I could not ask for more
I could not ask for more
PS: Dear Tasya, let’s sing this song. Shall we?
Aku memang lebih banyak fokus belajar memotret, namun seperti biasa, penampilan Bonita and the Hus Band pada 2 Desember 2010 lalu, tetap saja terasa energinya dan mampu menginspirasiku.
Jam 7-an malam aku sudah tiba di pelataran parkir motor Teater Salihara. Niatnya hendak menonton konser Bonita bertajuk “Terima Kasih”. Dari lama aku ingin sekali [...]
Aku memang lebih banyak fokus belajar memotret, namun seperti biasa, penampilan Bonita and the Hus Band pada 2 Desember 2010 lalu, tetap saja terasa energinya dan mampu menginspirasiku.
Jam 7-an malam aku sudah tiba di pelataran parkir motor Teater Salihara. Niatnya hendak menonton konser Bonita bertajuk “Terima Kasih”. Dari lama aku ingin sekali menonton mereka tampil. “Pasti akan menyenangkan sekali,” pikirku. Namun tampaknya tak pernah ada usaha untuk melakukannya. Sampai akhirnya Adoy memberikan kesempatan untuk nonton.Dia memberikan tiket gratis padaku, sebagai ganti peminjaman gitar. “Ah, kesampaian juga keinginanku, akhirnya!”
Selama penampilannya, kurang lebih 2 jam, Bonita and The Hus Band (BNTHB) membawakan 18 buah lagu. Dia juga menampilkan serta beberapa musisi berbakat lain, seperti Andreas Arianto pemain akordeon, Mery Kasiman pada piano dan Eni Agustien yang memainkan guzheng; alat musik petik dari China.
Namun, selama konser itu pula, aku lebih fokus pada bagaimana mengabadikan momennya ke dalam foto. Maklum, anak baru di dunia foto, sekaligus habis beli lensa baru. Jadi masih ingin main-main dan sedikit lupa dengan konsernya.
Meski demikian, penampilan BNTHB tetap saja menyihirku. Petikan dan irama gitar Adoy, tabuhan jembe Bharata, betotan bass dari Sheila dan suara romantis saksofon Jimmy Tobing, tetap saja membawaku menikmati musik mereka. Dan tak hanya menikmati, tapi aku juga terinspirasi.
Di mataku, mereka adalah musisi bernilai. Maksudnya, mereka tak sekadar bermain musik demi mendapatkan uang. Namun mereka juga banyak menyisipkan pesan-pesan positif dalam lagu mereka. Pesan tentang terima kasih, tentang kebahagiaan, tentang ketuhanan dan tentang cinta. Mereka ibarat guru, namun mengajar lewat musik. Dan ini adalah kualitas yang jarang dimiliki musisi kebanyakan saat ini.
Jadi meskipun konsentrasiku terpecah dengan foto mem-foto, alunan musik mereka, pesan-pesan mereka dan energi dalam lagu mereka, tetap saja mencapai rasa dan akalku. Semoga, suatu saat akupun bisa melakukan hal yang sama, meskipun mungkin dalam taraf berbeda.
*beberapa hasil jepretan konser ini bisa dilihat di Flickr.
Rekomendasi
Komentar
- FA Triatmoko HS on Tentang Kesederhanaan
- FA Triatmoko HS on Book Wish List
- Ibe on Book Wish List
- Ibe on Tentang Kesederhanaan
- FA Triatmoko HS on Catatan Akhir Semester
- auliyyaa on Catatan Akhir Semester
- Novani Nugrahani on Tentang Kesederhanaan
- Bali, Saya Datang! | aku dalam kata on Sorry, You’re the Speaker
- iiE on Sorry, You’re the Speaker
- FA Triatmoko HS on Seminggu Pertama Kuliah
Kategori
- Acak (201)
- Artikel (1)
- Berita Dunia (12)
- Inspirasi (5)
- Lingkungan (2)
- Bukuku (1)
- Cerita (74)
- Foto (5)
- Pendidikan (4)
- Psikologi (44)
- Kebersyukuran (26)
- Kisah Manusia (12)
- Kreativitas (1)
- POPsy! (5)
- Puisi (66)
- Refleksi (19)
- Tentang Cinta (9)
- Twente (8)
- Ulasan (20)
Arsip
Telusuri blog ini






