sudahkah?

senyuman,
yang seperti kembang merekah di pagi hari dan berlapis embun,
sudahkah kutemukan?

sorot mata,
yang bagai sinaran matahari terbit menghangatkan seisi kamar,
sudahkah kutemukan?

mengurungkan niat

terbenamnya matahari sore ini,
diikuti tenggelamnya asa akan dirimu.

beberapa kata darimu,
digabung dengan tatapan sayumu,
sudah cukup membuat patahan bagiku.

tangan ini,
yang tadinya telah bersiap,
jadi mengurungkan niat untuk menyapamu.

dan akupun tersungkur di bawah kata-katamu