jika asap
tak lagi menyusup bebas
di jalur utama tubuhmu,
mungkin aku mau..

 

yakinkah,
pelita hati telah berpendar kembali?

 

jika tak ada penyanyangan,
tak akan muncul pengorbanan.

namun,
ketika pengorbanan jadi bahasa utama,
saat itulah,
semua harus dihentikan.

 

siapa yang bersedia,
mendengar dan jadi korban keganasan lubang hitamku,
saat luncuran kata kata ini,
mengandung, tak lebih daripada kehancuran?

 

gemuruh,
gemuruh..

badai,
badai..

ada gejolak,
pergolakan,
menggelisahkan batin dan pikiran.

oh gemuruh,
oh badai,
yang tak kukenal,

mohon..
redalah.

 

ketahuilah,
selepas kata “tidak perlu bantuan” kusuarakan,
akupun telah kalah,
dan akan semakin tenggelam dalam lubang hitam keputusasaan.

 

Switch to our mobile site