Bandung: Belanja dan Kuliner

Dear Kakak,

menginap di Villa de Romarin, ternyata membuat buyar rencana-rencana wisata di hari pertama. Sekitar 20-an menit berkendara dari Stasiun Bandung, kami tiba di penginapan. Begitu sampai dan menikmati suasana, kami jadi enggan keluar. Baru sore hari kami memutuskan turun dan bertamasya.

Mulanya, banyak rencana yang ingin dijalankan. Namun baru sore hari kami memutuskan untuk keluar penginapan. Tujuannya pun berubah. Kami akan pergi mencari baju hamil dan menyusui di salah satu factory outlet.  Namanya Moms To Be Maternity Shop.

Moms to be, gambar diambil dari https://sebandung.com/wp-content/uploads/2014/02/Moms-To-Be-Outlet-Di-Bandung.jpg

Moms to be, gambar diambil dari https://sebandung.com/wp-content/uploads/2014/02/Moms-To-Be-Outlet-Di-Bandung.jpg

Toko itu terletak di jalan Soka, dekat jalan Riau, salah satu pusat FO di Bandung. Menurut ibu, barangnya cukup lengkap, dan beberapa harganya lebih murah dari ITC di Jakarta. Jadilah kami kalap berbelanja. Ibu membeli dress, celana jins, celana olah raga dan juga pakaian dalam.

Selepas mengalap, seperti biasa, perdebatan terjadi saat hendak memutuskan akan makan di mana. Kebetulan malam itu kami akan makan bersama Deta, aktivis pendidikan dan juga teman kampus yang tinggal di Bandung. Setelah menimbang 4 lebih tempat makan, kami makan di Marugame Udon.

Makan malam di Bandung

Makan malam di Bandung

Restoran mie yang biasa kami kunjungi di Cibubur dan Depok ini, cukup berbeda. Biasanya ia ada di dalam mall. Namun kali ini ia berupa 1 restoran sendiri. Jauh lebih besar daripada yang ada di mall. Menunya pun berbeda; ada tambahan. Biasanya kami tidak pernah menemukan minuman selain teh. Di sini ada buah-buahan, dan minuman dessert lain.

Seusai makan, kami berpisah dan naik ojek mobil masing-masing. Setibanya di penginapan, sudahlah kami langsung menuju alam mimpi. Hihihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *