Belajar Sampai ke Korea #H1

Di awal semester pasang pengingat: 20 Desember adalah tenggat waktu pengumpulan tesis. Pengumpulan tesis akhirnya tidak terjadi. Tesisnya pun sedangĀ mandek.Ā Tapi menjelang tanggal itu aku mendapat kesempatan belajar di Korea, tentangĀ Capacity Building for Information Technology ManagerĀ yang diselenggarakan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Sama-sama perlu disyukuri.

Tanggal 7 Desember, pukul 1o malam, pesawat Korean Air bertolak menuju Bandar Udara Internasional Incheon. Sampai di sana sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Pakai jaket tebal, siapkan sarung tangan, lalu menuju ke tempat pengambilan bagasi.Ā Pagi itu bandara masih sepi. Matahari pun belum muncul ketika pesawat Boeing 737 yang kutumpangi mendarat. Kalau di Jakarta, mirip seperti jam 4 pagi.

Matahari terbit di Incheon

Matahari terbit di Incheon

Begitu keluar bandara.. Angin dan suhu 1 derajat selsius menerpa wajahku. Dingiiiiin sekaliii. Maklum, biasa kepanasan di suhu 30-an derajat selsius, sehingga bertemu udara dingin langsungĀ kampungan.Ā Kami ber-7 kemudian beranjak menuju Kota Seongnam, tempat pelatihan akan berlangsung. Jaraknya kira-kira satu jam dari bandara.

Sesampainya di KOICA, kami dibagikan kunci kamar dan istirahat sejenak. Karena pagi itu kami belum sarapan, maka jam 10 kami bersepakat mau mencari sarapan (sambil jalan-jalan dan belanja di pusat kota). Kami naik taksi sampai di kawasan perbelanjaan dan membayar supirnya 5000 won. Entah apa nama daerah itu.

Kota Seongnam ini ternyata kota kesepuluh terbesar di Korea. Jumlah penduduknya hanya berpenduduk satu juta jiwa; jika dibandingkan dengan Jakarta yang sudah lebih dari 10 juta orang. Entah karena hari Minggu atau karena sedang, musim dingin, jalanan mulai ramai setelah jam makan siang. Dan uniknya lagi, di sebuah restoran cepat saji asal Amerika, menu utamanya adalahĀ burger, tidak ayam seperti di Indonesia.

Kota Seongnam

Kota Seongnam

Niat makan pagi justru tertunda-tunda, karena justru ingin mencari perlengkapan, seperti sepatu boots, ikat pinggang atau pakaian dan makanan lainnya. Alhasil, sampai sore pukul 3 kami berada di sana. Padahal awalnya pukul 12 kami berencana kembali ke KOICA dan makan siang. Untungnya, hari itu memang belum ada acara dari panitia, jadi masih bisa bersantai menunggu acara pembukaan esok hari.

3 thoughts on “Belajar Sampai ke Korea #H1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *