Bertemu Salju #H4

Hari keempatku di Korea diisi dengan hal baru: belajar mengenai sebuah sistem di Korea dan tentunya berkenalan dengan SALJU!

Pada sesi penyampaian materi, Dr. Kim, Sung-Wan dari Ajou University, membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam bidang U-Campus dan juga learning management system (LMS).

Huruf U pada¬†U-campus¬†merujuk pada¬†ubiquitous,¬†atau “existing or being everywhere at the same time”,¬†menurut definisi dari Merriam-Webster. Artinya, kampus ditunjang teknologi informasi, baik yang menggunakan kabel, nirkabel dan juga yang bisa dikenakan (jam, kaca mata), sehingga bisa terhubung dimana pun dan kapan saja.

Konsep U-campus ini cukup baru bagiku, meski beberapa penerapannya sudah kuketahui. Beda dengan LMS, yang memang dalam keseharian sudah kugeluti. Jadi tak terlalu mendapatkan sesuatu yang baru.

Hal terbaru yang kutemui adalah salju. Maklum, anak tropis. Sehingga ketika ketemu salju, justru keluar dan foto-foto, seperti anak kecil bermain hujan-hujanan. Padahal menurut pemandu kami yang dari Korea, mereka justru tidak terlalu senang dengan salju. Karena akan berdampak pada kecelakaan kendaraan yang meningkat akibat jalanan licin serta kemacetan.

Turunnya salju sudah diramalkan oleh aplikasi-aplikasi prakiraan cuaca di ponsel pintar. Suhu -6 derajat selsius konon akan membuka pagi kami, dengan ditemani rintikan salju. Dan pagi pun datang juga.

Selepas makan kami keluar gedung dan menemukan butir-butir kecil berwarna putih. Angin dingin pun menusuk-nusuk tangan dan wajah. Tapi kami senang!

saljuuuu!

saljuuuu!

Seperti anak bermain hujan, kami keluar gedung dan mulai berfoto di pinggir jalan, di taman, di parkiran mobil, di mana pun yang kami bisa. 

Dinginnya Seongnam

Dinginnya Seongnam

KOICA

KOICA

“Di kampung gak ada, pak,” kataku pada seorang bapak dari Indonesia juga. Dan ia pun tergelak, mengamini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *