Catatan Akhir Semester

Tak terasa sudah satu semester aku menjalani kuliah pasca sarjana. Buku catatan kuliah sudah habis setengah lebih. Folder-folder di komputer sudah penuh dengan dokumen tugas, e-book dan jurnal-jurnal penelitian. Buku-buku baru sudah memenuhi kamar. Ujian-ujian juga sudah terlewati. Tinggal beberapa ujian dan tugas berbentuk esai atau laporan yang dalam beberapa hari ke depan.

Awal Tahun 2013 nanti aku tak akan lagi  belajar teori kreativitas, filosofi pendidikan, filsafat ilmu, penelitian lanjut dan juga psikologi keberbakatan. Aku akan berjumpa pengetahuan-pengetahuan baru. Dosen-dosen baru. Tugas-tugas baru. Dan tentunya, mulai menseriusi topik tesis.

Di akhir tahun dan akhir semester ini aku bersyukur diberikan kesempatan berkuliah lagi. Sungguh, ini sebuah pengalaman yang mencerahkan sekaligus menyenangkan; saat bertukar pikiran dengan pengajar serta teman sekelas, menerima pandangan-pandangan baru dari mereka, menyatukan dengan pemahaman lama di dalam kepala atau juga merevisinya.

And I’m looking forward for the next semester’s class. 

 

Dikira jam 2, Ternyata…

Tanda X kulihat ada di kolom di mana mestinya aku mengisi tanda tangan bukti kehadiran kuliah. Ya, siang ini aku tak kuliah; karena kebodohanku sendiri. Huh!

Pukul 12-an aku sudah siap berkuliah. Beberapa tab peramban internet dan dokumen-dokumen segera kututup, lalu komputer pun kumatikan. Berpamitan, kemudian aku pergi menuju kelas.

Jam tanganku masih menunjukkan pukul 12.30-an.

“Masih satu setengah jam lagi aku baru kuliah. Sekarang makan dulu deh.”

Pecel ayam kantin Taman Korea jadi pilihan pengisi tenagaku. Walau rasanya tak senikmat dulu ketika aku kuliah S1, tapi masih lumayanlah rasanya.

Selepas kenyang dan cuci tangan, aku beranjak menuju kantin psikologi.

“Masih setengah jam lagi kuliah mulai.”

Aku pun duduk dan bercengkerama dengan beberapa makhluk mahasiswa di kantin.

Kulihat jam, tak terasa sudah 13.45. Kuangkat tas, notes dan pulpen Pilot yang baru kubeli di koperasi. Dengan santai aku melenggang ke kelas di gedung H.109. Tak sampai 5 menit aku sudah sampai di depan pintu kelas.

Hendak kubuka gagang pintu, saat kulihat di kaca pintu ada segerombolan orang sudah duduk melingkar di dalam kelas.

“Wah, belum jam 2 tapi kelas sudah mulai. Apa ini kelas lain ya? Tapi kok wajahnya teman sekelasku? Waduh, kayaknya aku salah lihat jam kuliah. Sudah pasti gak boleh masuk kelas. Dosennya tidak suka dengan keterlambatan.”

Ya sudah, dengan langkah galau aku meninggalkan kelas berisi kuliah Metode Penelitian Lanjut itu. Kubuka ponsel dan memeriksa jadwal kuliah. Memang betul, jadwalnya adalah jam 13.00.

“Kenapa begini ya? Seingatku kuliahnya jam 2 deh.”

Daripada berpikir lama-lama dan makin galau, aku akhirnya masuk ke perpustakaan dan mulai berniat membaca buku sebagai bahan tugas esok. Meskipun saat awal-awal membacanya, aku masih diliputi kegalauan.

Pukul 15.30 aku keluar perpustakaan dan hendak menuju kelas. Maksudnya ingin minta materi kuliah dan tanya-tanya tugas. Ternyata di pintu keluar perpus aku jumpa salah satu teman sekelasku. Dari dia aku tahu apa saja yang dipelajari tadi, tugasnya dan juga adanya perubahan jam kuliah dari jam 2 menjadi jam 1.

“Bah, ternyata itu penyebabnya.”

Jadilah ini pembolosan perdana di S2. Dan begitulah asal tanda X kolom tanda tanganku.

 

 

 

Seminggu Pertama Kuliah

Seminggu sudah aku memulai petualangan baru: berkuliah tingkat strata 2. Senin, Selasa dan Rabu kemarin 5 kuliah sudah kujalani. Bertemu dengan teori kreativitas, filsafat ilmu, metode penelitian, teori anak-anak berbakat dan juga filosofi psikologi pendidikan.

Sudah bertemu juga dengan teman-teman baru. Jumlah mahasiswa program sains yang tercetak di daftar hadir ada 27 orang. Sebelas diantaranya adalah sains pendidikan tempatku belajar. Dari 11 itu, konon 3 orang berjenis kelamin pria. Namun sampai hari ini, baru aku saja yang ada. Alhasil langsung ditunjuk-tunjuk untuk jadi korrdinator mata kuliah.

Yang agak awkward justru saat berjumpa dengan dosennya. Mereka adalah pengajar-pengajarku saat S1 dulu. Namun saat mulai bekerja di UI, aku pun mulai bekerja sama dengan mereka. Jadi selain masih tetap pengajarku, mereka juga sudah jadi kolegaku. Terang saja saat di kelas, akulah yang pertama kali dikenal. Imbasnya, ya tentu saja mereka menyetujui ditunjuknya aku jadi koordinator kuliah.

Meskipun demikian, aku amat bersemangat dengan kuliahku ini. Meski harus latihan membagi waktu antara bekerja dan kuliah, aku menikmati seminggu pertama kuliah ini. Sudah mulai rajin unduh e-book, baca-baca buku dan mengerjakan tugas. Semoga bisa bertahan terus semangatnya.