dia-dalam-pikiranku, dia-yang-pikiranku-harapkan

mungkin,
selama ini,
aku jatuh cinta pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku,
dia-yang-pikiranku-harapkan

aku tak begitu mengenalnya,
namun kumerasa sebaliknya.
mungkin,
aku mengenali dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku,
dia-yang-pikiranku-harapkan.

aku tertarik padanya,
atau,
aku tertarik pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan

aku menyayanginya,
atau,
aku sayang pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan

aku mengharapkannya,
atau,
aku berharap pada dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan

aku melihatnya bersamaku di masa datang,
atau,
aku melihat dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan

aku melihatnya mengisi sisa hidupku,
atau,
aku mengisi hidupku dengan dia-yang-ada-di-dalam-pikiranku?
dia-yang-pikiranku-harapkan

–hanya kebingungan dari pikiran tanpa bimbingan

11 thoughts on “dia-dalam-pikiranku, dia-yang-pikiranku-harapkan

  1. waaaa!! moko!! bagus skali “tulisan iseng2″nya!! keren!! stelah dibantu temen gw, gw baru bisa mnyadari apa arti ni tulisan (itu juga hanya bdasarkan persepsi gw dan tmn gw, tak taw kbenarannya), hehehe..
    cool!!

  2. inti tulisan ini adalah : kita melihat seseorang sebagaimana adanya atau sudah tersisipi harapan-harapan atau pemikiran-pemikiran kita? sebab sangatlah mungkin hal tersebut mendistorsi apa yang kita rasakan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *