diri dari luar

—untukmu, yang sering kuperhatikan. selama ini, aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. aku memandangi caramu berjalan;menghafalkan langkahmu itu, sehingga lain kali, aku akan dapat lebih mudah mengenalimu dari kejauhan. aku mengingat-ingat siapa saja kawanmu dekatmu;mereka akan kujadikan penanda kemunculanmu, sehingga lain kali,aku tahu kau akan datang dari datangnya mereka. aku memperhatikan raut wajahmu;mencari lalu menyimpan senyummu dalam ingatanku, sehingga lain kali,aku dapat menghadirkan kembali dirimu dalam pikiranku. aku mengutuhkan semua keberanian yang kupunya;mengumpulkan dan menyatukannya, sehingga lain kali,aku dapat menyapa dan memulai perkataan denganmu. selama ini,aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan.tapi aku mencoba untuk berbuat sesuatu,hingga kau akhirnya memperhatikanku pula. dariku,yang sering memperhatikanmu—


setelah membaca tulisanku sendiri,
mencoba meletakkan diriku ada di luar ‘diri’,
dan aku menemukan :
aku tak sendiri!
aku hanya perlu melihat dari sudut yang berbeda,
keluar dari kotakku,
dan memandang semuanya dengan cara yang berbeda.

One thought on “diri dari luar

  1. inget nih gue inget sama tulisan loe yg ini.
    udah cukup lama juga ya.
    yah mok..
    all i can say,
    berbahagialah dirimu kalo udah bisa melihat dari sudut pandang yg berbeda diluar kotak2 itu.
    udah deket tahap pasca konvensional noh hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *