ETRI dan Romantisme Korean Folk Village #H7

Setelah jalan-jalan ke Expo Park, hari ketujuh di sini diisi dengan berkunjung ke lembaga riset teknologi dan desa tradisional Korsel.

Pukul 9-an pagi kami naik bus menujuke lembaga riset teknologi, yang bernama ETRI, atau Electronics and Telecommunications Research Institute. Jika di Indonesia, ETRI ini kurang lebih mirip seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Di ETRI, kami ditunjukkan beberapa teknologi terkini yang sedang dikembangkan di sana. Misalnya, ada wahana memancing secara virtual dengan menggunakan sensor gerakan. Ada alat penerjemah yang bisa menerjemahkan ucapan kita, dan masih banyak lainnya.

Melihat teknologi di ETRI

Dua hal yang menarik dari ETRI adalah, mereka mengaku memiliki paten terbanyak di bidang teknologi dan juga beberapa teknologi yang mereka kembangkan, digunakan secara langsung dalam industri, misalnya ponsel keluaran LG.

Setelah dari ETRI, kami berkunjung ke Korean Folk Village. Lokasi wisata ini mirip anjungan-anjungan di TMII. Di dalamnya ada rumah-rumah tradisional Korea jaman dahulu, yang saat ini sudah hampir tidak ada lagi, tergantikan apartemen modern. Menurut pemandu wisata, pemerintah berusaha melestarikan budayanya, sebab tanpa budaya, bangsa Korea Selatan seperti kehilangan identitas.

Pengalaman paling menarik ketika di sana adalah hujan saljuuu! Baru kali itu kami jalan-jalan di tengah hujan salju yang makin deras. Seru dan dingin. Kaki sampai terasa beku. Padahal sudah pakai kaus kaki wool dan sepatu kulit. “Ya iyalah, pasti gak akan kuat menahan dingin.”

Korean Folk Village

Begitu senja tiba, hujan salju pun sudah reda. Kilau matahari sore jatuh di pepohonan, salju dan permukaan air sungai, membuat suasana jadi romantis.

Lanskap desa tiruan

Rumah orang kaya jaman dahulu

Belum tahu saja dinginnya yang luar biasa, menjadikannya tidak romantis lagi. Hihihi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *