<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aku dalam kata</title>
	<atom:link href="http://fatriatmokohs.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fatriatmokohs.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 04:26:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Hey Kamu!</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1686</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1686#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 23:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1686</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hey Kamu!</p> <p>Kamu itu merah merekah,  hijau menyala dan kuning cerah di atas kanvas putih yang terisi garisan pensil milikku.</p> <p>Iya,  itu Kamu.</p> <p>Tulisan terkait: <a href='http://fatriatmokohs.com/archives/247' rel='bookmark' title='ikhlaskan saja'>ikhlaskan saja</a> <a href='http://fatriatmokohs.com/archives/6' rel='bookmark' title='Alam Mencari Keseimbangannya*'>Alam Mencari Keseimbangannya*</a> <a href='http://fatriatmokohs.com/archives/512' rel='bookmark' title='8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma'>8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma</a> [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/247' rel='bookmark' title='ikhlaskan saja'>ikhlaskan saja</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/6' rel='bookmark' title='Alam Mencari Keseimbangannya*'>Alam Mencari Keseimbangannya*</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/512' rel='bookmark' title='8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma'>8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hey Kamu!</p>
<p>Kamu itu merah merekah,  hijau menyala dan kuning cerah di atas kanvas putih yang terisi garisan pensil milikku.</p>
<p>Iya,  itu Kamu.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1686&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/247' rel='bookmark' title='ikhlaskan saja'>ikhlaskan saja</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/6' rel='bookmark' title='Alam Mencari Keseimbangannya*'>Alam Mencari Keseimbangannya*</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/512' rel='bookmark' title='8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma'>8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1686/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Berhasil Kalau Masuk IPS</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1675</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1675#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 16:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1675</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pencapaian terbesar hari ini adalah membereskan kamar dan membuang &#8220;sampah-sampah&#8221; di dalamnya! Kertas-kertas, buku-buku, kardus-kardus yang semuanya tak terpakai, berhasil dibuang dan kemudian dibakar.</p> <p>Sembari bersih-bersih, aku menemukan hasil pemeriksaan psikologis saat SMA dulu. Senyam-senyum sendiri bacanya. Sebab jika dipikir-pikir, ada benarnya juga. Ini hasilnya.</p> <p>Inteligensiku skornya 117, dan itu tergolong cerdas. Hanya 1 tingkat di [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/834' rel='bookmark' title='Satu Langkah Menaiki Anak Tangga'>Satu Langkah Menaiki Anak Tangga</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/354' rel='bookmark' title='Bukan di Jakarta'>Bukan di Jakarta</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1571' rel='bookmark' title='Slank di Masa Remaja'>Slank di Masa Remaja</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pencapaian terbesar hari ini adalah membereskan kamar dan membuang &#8220;sampah-sampah&#8221; di dalamnya! Kertas-kertas, buku-buku, kardus-kardus yang semuanya tak terpakai, berhasil dibuang dan kemudian dibakar.</p>
<p>Sembari bersih-bersih, aku menemukan hasil pemeriksaan psikologis saat SMA dulu. Senyam-senyum sendiri bacanya. Sebab jika dipikir-pikir, ada benarnya juga. Ini hasilnya.</p>
<p>Inteligensiku skornya 117, dan itu tergolong cerdas. Hanya 1 tingkat di bawah &#8220;sangat cerdas&#8221;. Dari skala 1-25, logika abstrakku adalah yang tertinggi, yaitu 21; tergolong istimewa. Lalu berturut-turut logika verbal (19), verbal dan <em>mental alertness</em> (18). Kemampuan non verbal, pemahaman umum dan hasrat berprestasi adalah yan terakhir dalam kategori &#8220;baik&#8221; (16).</p>
<p>Meski demikian, skor teknik mekanikku adalah yang paling rendah, 10, dan masuk kategori rendah. lalu disusul ketelitian dan penyesuaian diri (11) dan kemandirian (12).</p>
<p>Dari skor-skor ini, aku disarankan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.</p>
<p>Selain angka-angka, hasil laporan psikologisku juga ada yang berbentuk narasi. Sebenarnya sih, narasi ini hanya bentuk cerita dari angka-angka sebelumnya. Yang berbeda hanya bahwa aku disarankan, &#8220;banyak melatih diri dalam hal kemandirian, kerja sama dan meningkatkan usaha dalam bidang studi ekonomi serta lebih banyak membaca buku atau media lain yang dapat memperluas wawasan.&#8221;</p>
<p>Kalau kulihat diriku sekarang, memang kemampuan-kemampuan terkuatku cukup sesuai dengan kondisi sebenarnya. Begitu juga dengan kemampuan-kemampuanku yang kurang. Dan yang paling seru adalah, ketika memutuskan masuk IPS dan menjalaninya, tak disangka aku masuk 3 besar siswa IPS terbaik (sesekali sombong ah).</p>
<p>Entah sadar atau tidak, tampaknya hasil pemeriksaan di atas, mempengaruhi keputusan-keputusanku berikutnya. Saat naik kelas 3, aku memilih jurusan sosial, meski diberi pilihan masuk IPA oleh wali kelas. Saat hendak UMPTN, aku pun memikirkan opsi masuk fakultas ekonomi; meski akhirnya memilih psikologi.</p>
<p>Hebat juga si &#8220;peramal&#8221; yang membuat laporan psikologisku. Namun bagaimana jika pemeriksanya tidak kompeten? Dan yang dites mempercayai hasil pemeriksaan yang tak reliabel itu. Duh!</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1675&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/834' rel='bookmark' title='Satu Langkah Menaiki Anak Tangga'>Satu Langkah Menaiki Anak Tangga</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/354' rel='bookmark' title='Bukan di Jakarta'>Bukan di Jakarta</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1571' rel='bookmark' title='Slank di Masa Remaja'>Slank di Masa Remaja</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1675/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baju Putih Kedombrongan Pak Jokowi</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1664</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1664#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 00:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1664</guid>
		<description><![CDATA[<p>Selasa kemarin, 10 April 2012, aku mendapat kepercayaan menjadi nara sumber di acara workshop tentang e-learning di Solo. Penyelenggaranya adalah UNS. Seru juga, karena aku akan ke Solo pulang pergi di hari yang sama.</p> <p>Berbicara tentang Solo, yang diingat pertama tentunya adalah budaya serta batik. Tapi akhir-akhir ini ada yang lebih menarik tentang kota Solo, [...]
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa kemarin, 10 April 2012, aku mendapat kepercayaan menjadi nara sumber di acara <em>workshop </em>tentang e-learning di Solo. Penyelenggaranya adalah UNS. Seru juga, karena aku akan ke Solo pulang pergi di hari yang sama.</p>
<p>Berbicara tentang Solo, yang diingat pertama tentunya adalah budaya serta batik. Tapi akhir-akhir ini ada yang lebih menarik tentang kota Solo, khususnya bagi warga Jakarta. Apalagi kalau bukan Pak Joko Widodo, walikotanya yang akan ikut pemilihan DKI-1.</p>
<p>Sebagai warga Jakarta yang berniat menggunakan hak pilih, aku penasaran dengan pendapat warga Solo tentang Pak Jokowi, sapaan akrab pak walikota. Dan aku mendapatkannya saat <em>ngobrol </em>dengan orang-prang di dalam <em>workshop.</em></p>
<p>&#8220;Pak Jokowi itu terkenal dengan &#8216;turun ke lapangannya&#8217;,&#8221; kata seorang ibu.</p>
<p>Lalu dari seorang dokter berusia dewasa muda, &#8220;Pak Jokowi, membuat kita banga jadi warga Solo. Tadinya Solo biasa-biasa saja, tapi sekarang sering ada festival-festival (budaya).&#8221;</p>
<p>&#8220;Beliau juga mendengarkan aspirasi-aspirasi rakyatnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Lalu apa sih prestasinya Pak Jokowi?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Secara fisik mungkin tidak banyak. Yang paling terlihat hanya Bandara Adi Sumarmo, yang termasuk bandara kecil, termasuk salah satu bandara terbersih. Dan ini ketika di bawah (pemerintahan) Pak Jokowi. Lalu ada bus gratis masuk ke bandara. Tadinya tidak ada.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nah, secara psikologis, prestasinya adalah ketika ia berhasil <a href="http://berita.liputan6.com/read/385368/relokasi-pedagang-tanpa-kekerasan-ala-jokowi" target="_blank">merelokasi 900-an pedagang kaki lima (PKL) tanpa ada kerusuhan</a>. Sebab mereka sempat mengancam membakar gedung walikota, jika jadi direlokasi. Dan ancaman ini tentu bukanlah isapan jempol belaka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Selain itu,Pak Jokowi juga masuk <a href="http://news.detik.com/read/2012/04/02/121655/1882685/10/jokowi-risma-masuk-nominasi-kandidat-wali-kota-terbaik-dunia?991104topnews" target="_blank">salah satu nominasi walikota terbaik dunia</a>,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Menarik juga sosok walikota ini. Tampaknya Warga Solo sangat bangga dan cinta dengannya.&#8221;</p>
<p>Seusai <em>ngobrol</em> dengan pria muda tadi, aku pun segera berangkat pulang menuju Jakarta. Seduduknya di pesawat, aku dikejutkan penampakan seseorang berbaju putih kedombrongan dan bercelana hitam. Orangnya kurus, kulit agak kecoklatan. Iya, Pak Jokowi naik pesawat yang sama denganku, dan duduk hanya 2 kursi di belakangku.</p>
<p>&#8220;Hihihi. Kekasihku <em>nge-fans</em> <em>banget</em> dengan Pak Jokowi. Kalau dapat foto berdua, dia pasti senang (dan iri tentunya).&#8221;</p>
<p>Jadi setelah turun pesawat, aku sok kenal sok dekat. Aku perkenalkan diri sebagai warga UI yang kemarin tak sempat lihat kuliah umumnya di kampus. Ternyata dia ingat lokasinya. Lalu aku minta fotonya.</p>
<p>&#8220;Boleh, <em>wong </em>cuma foto aja,&#8221; katanya sambil tersenyum.</p>
<div id="attachment_1665" class="wp-caption aligncenter" style="width: 240px"><a href="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/04/jokowi-small.jpg"><img class=" wp-image-1665" title="Pak Jokowi" src="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/04/jokowi-small.jpg" alt="" width="230" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Jokowi, selepas turun pesawat</p></div>
<p>&#8220;Lho, kok cuma foto saya sendiri?&#8221; tanyanya, saat tahu aku hanya memfotonya saja.</p>
<p>&#8220;Wah, susah, tak ada yang bisa dimintai bantuan memfoto,&#8221; kataku, sedih.</p>
<p>Di tengah usahaku <em>ngobrol </em>lebih lanjut<em>, </em>sebuah panggilan masuk ke ponselku. Kesempatanku berdiskusi pun hilang. Pak Jokowi <em>keburu </em>direbut warga lain. Tapi tak mengapa, aku jadi punya impresi terhadap salah satu bakal calon gubernur DKI. Jikalau beruntung lagi, aku akan bisa bertemu dengan yang lainnya. Semoga.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1664&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1664/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Kuliah Lagi</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1659</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1659#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 15:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[<p>Setelah tahun lalu diterima di University of Twente namun gagal dapat beasiswa, tahun ini aku mencoba mendaftar kuliah di psikologi UI. Karena tak ada jurusan yang spesifik seperti di UT, jadilah aku mengambil ilmu psikologi pendidikan. Bukan profesi psikologi.</p> <p>Setelah menimbang masak-masak, mulai dari proyeksi karir ke depan, potensi beasiswa dan rencana dalam 1-2 tahun [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1249' rel='bookmark' title='Vaarwel Enschede'>Vaarwel Enschede</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1002' rel='bookmark' title='Gratitoday: 120311'>Gratitoday: 120311</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1083' rel='bookmark' title='Gratitoday: 150411'>Gratitoday: 150411</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tahun lalu diterima di University of Twente namun gagal dapat beasiswa, tahun ini aku mencoba mendaftar kuliah di psikologi UI. Karena tak ada jurusan yang spesifik seperti di UT, jadilah aku mengambil ilmu psikologi pendidikan. Bukan profesi psikologi.</p>
<p>Setelah menimbang masak-masak, mulai dari proyeksi karir ke depan, potensi beasiswa dan rencana dalam 1-2 tahun ke depan, aku pun mendaftarkan diri di program S2 sains pendidikan. Harapannya, bisa memperkuat landasan teoritis tentang pendidikan, sehingga bisa diterapkan, khususnya di bidang kerjaku sekarang. Syukur-syukur bisa dipergunakan di bidang pendidikan namun di ranah lainnya.</p>
<p>Tapi itu nanti. Sementara ini aku akan fokus untuk ikut tes potensi akademis dan Bahasa Inggris. Tanggal 15 April ini aku akan berjuang mengisi lembar jawaban tes. Dan hasilnya, akhir Mei besok, kita lihat saja nanti.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1659&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1249' rel='bookmark' title='Vaarwel Enschede'>Vaarwel Enschede</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1002' rel='bookmark' title='Gratitoday: 120311'>Gratitoday: 120311</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1083' rel='bookmark' title='Gratitoday: 150411'>Gratitoday: 150411</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1659/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulang dari Taman Bunga Nusantara</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1632</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1632#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 13:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[taman bunga nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1632</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kami kira <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1600" target="_blank">perjalanan panjang</a> dan <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1610" target="_blank">keliling-keliling di Taman Bunga Nusantara</a> akan jadi akhir petualangan kami hari itu. Namun ternyata kami salah.</p> <p>Kurang lebih pukul 16.00-an kami pulang ke Jakarta. Untuk rute pulang, kami berniat naik angkot ke Pasar Cipanas, lalu naik bus apapun ke Jakarta. Tak lama menanti di depan TBN, [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1600' rel='bookmark' title='Menuju Taman Bunga Nusantara'>Menuju Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1610' rel='bookmark' title='Wisata Taman Bunga Nusantara'>Wisata Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/359' rel='bookmark' title='Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah'>Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami kira <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1600" target="_blank">perjalanan panjang</a> dan <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1610" target="_blank">keliling-keliling di Taman Bunga Nusantara</a> akan jadi akhir petualangan kami hari itu. Namun ternyata kami salah.</p>
<p>Kurang lebih pukul 16.00-an kami pulang ke Jakarta. Untuk rute pulang, kami berniat naik angkot ke Pasar Cipanas, lalu naik bus apapun ke Jakarta. Tak lama menanti di depan TBN, angkot kuning jurusan Cipanas sudah muncul. 20-an menit kami sudah sampai di Pasar Cipanas.</p>
<p>Kami mampir pasar dulu hendak beli oleh oleh. Kue-kue kering jadi pilihan. Bingung juga <em>sih </em>mau pilih apa. Tapi keripik talas dan keripik tahu sepertinya enak (memang enak!). Kami kira akan murah, tapi ternyata 1 Kg keripik tahu dan setengah Kg keripik talas menghabiskan Rp. 50.000. Namun untuk harga itu, sebanding dengan rasanya yang enak.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://w14.itrademarket.com/pdimage/94/2038394_dscn1763.jpg"><img title="Keripik Tahu" src="http://w14.itrademarket.com/pdimage/94/2038394_dscn1763.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Keripik Tahu</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 266px"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/86/Keripik-Talas.jpg"><img title="Keripik Talas" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/8/86/Keripik-Talas.jpg" alt="" width="256" height="192" /></a><p class="wp-caption-text">Keripik Talas</p></div>
<p>Setelah keluar pasar, kami tertarik dengan Surabi dan juga Colenak. Bagi yang belum tahu surabi itu apa, <a title="Surabi Wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serabi" target="_blank">surabi </a>adalah kue mirip <em>pancake, </em>terbuat dari tepung beras dan biasa diberi kuah gula kelapa. Saat ini banyak variannya, seperti coklat, keju dsb. Kalau <a title="Colenak Wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Colenak" target="_blank">colenak </a>(singkatan dicocol enak), terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar dan diberi parutan kelapa serta kuah gula merah. Bagi yang tak tahu bentuknya, kurang lebih seperti di bawah ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 304px"><a href="http://auliya.student.umm.ac.id/files/2010/08/1surabi5.jpg"><img class="  " title="Surabi" src="http://auliya.student.umm.ac.id/files/2010/08/1surabi5.jpg" alt="" width="294" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Surabi dan Wajannya</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 303px"><a href="http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/fimages/Colenak.jpg"><img class=" " title="Colenak" src="http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/fimages/Colenak.jpg" alt="" width="293" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">Dicocol Enak</p></div>
<p>Kami pun menerima 3 bungkusan, 2 paket surabi dan sepaket colenak. Setelah membeli air mineral kami menunggu di depan pasar.</p>
<p>Kami masih tidak yakin akan pulang naik bus apa. Terbayangnya, akan muncul bus Kurnia Bakti atau Doa Ibu yang menuju Kampung Rambutan. Ketika menunggu surabi pun, kami lihat bus Doa Ibu lewat di depan pasar. &#8220;Aman&#8221; pikir kami.</p>
<p>Tak berapa lama, bus hijau Kurnia Bakti muncul. Namun bukan bus AC seperti yang kami tumpangi tadi pagi. Karena tak yakin akan ada bus lain, maka kami naik Kurnia Bakti itu. Tapi keputusan kami itu salah!</p>
<p>Begitu masuk ke dalam bus, kami seperti masuk ke dalam ruang khusus merokok, dimana ruang tersebut penuh dengan orang! <em>It was like a living hell! </em>Masuk pintu bus, bagian kursi-kursi belakangnya seperti berkabut. Memang kami dapat duduk di bagian depan. Namun setelah mempertimbangkan secara kilat, kami turun dan mengambil risiko menunggu bus lain.</p>
<p>Sampai hampir jam 19.00 kami masih belum dapat bus. Kami hampir saja naik angkot menuju Ciawi dan mencari bus di sana. Tapi syukurlah, sebuah bus kapasitas 30-an, ber-AC, jurusan Jakarta, muncul dari kejauhan. Keputusan kami turun dari bus sebelumnya sangat tepat. Bus ini jauh lebih manusiawi. Fiuuuh!</p>
<p>Ternyata petualangan belum berhenti. Di depan pasar, macet sudah melanda. Seisi bus dihinggapi kecemasan. Supir dan kondektur pun demikian. Sampai akhirnya mereka memilih mengambil jalur lain, lewat Jonggol tembus Cileungsi. Penumpang yang ke arah Ciawi lalu diturunkan. &#8220;Kasihan juga sih mereka,&#8221;</p>
<p>Bus lalu berputar dan mengambil jalur tersebut. TBN kami lewati lagi. Jalur yang kami lewati ternyata <em>serem. </em> Lewat pinggir jurang, jalan <em>ajut-ajutan </em>dan gelaaaap! &#8220;<em>Ngeriii deh.&#8221; </em></p>
<p><em></em>Perjalanan seram mulai pukul 19.00-an itu berakhir sekitar pukul 21.00-an, sampai akhirnya kami tiba di Cileungsi lalu Cibubur pada pukul 22.00-an.  Kami turun di Cibubur lalu lanjut naik taksi ke Depok, mengingat sudah cukup larut malam. Dan petualangan kami resmi berakhir!</p>
<p>&#8220;Syukurlah!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1632&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1600' rel='bookmark' title='Menuju Taman Bunga Nusantara'>Menuju Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1610' rel='bookmark' title='Wisata Taman Bunga Nusantara'>Wisata Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/359' rel='bookmark' title='Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah'>Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1632/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Taman Bunga Nusantara</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1610</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1610#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 13:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[taman bunga nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1610</guid>
		<description><![CDATA[<p>Setelah <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1600" target="_blank">kurang lebih 5 jam perjalanan</a> (termasuk kemacetan di Ciawi dan menuju Puncak), kami tiba di Taman Bunga Nusantara dan siap berwisata!</p> <p>Wisata di Dalam Taman Bunga Nusantara</p> <p>Kami lalu masuk ke TBN dan membeli tiket. Begitu masuk kami disuguhi pemandangan luar biasa!</p> <p>Kegiatan pertama yang ingin kami lakukan adalah berkeliling TBN menggunakan [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1600' rel='bookmark' title='Menuju Taman Bunga Nusantara'>Menuju Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/361' rel='bookmark' title='Puas dan Tak Menyesali Keputusan'>Puas dan Tak Menyesali Keputusan</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1059' rel='bookmark' title='Tentang Kesederhanaan'>Tentang Kesederhanaan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1600" target="_blank">kurang lebih 5 jam perjalanan</a> (termasuk kemacetan di Ciawi dan menuju Puncak), kami tiba di Taman Bunga Nusantara dan siap berwisata!</p>
<p><strong>Wisata di Dalam Taman Bunga Nusantara</strong></p>
<p>Kami lalu masuk ke TBN dan membeli tiket. Begitu masuk kami disuguhi pemandangan luar biasa!</p>
<div id="attachment_1622" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/TBN-1-11.jpg"><img class="size-full wp-image-1622" title="Panorama TBN" src="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/TBN-1-11.jpg" alt="" width="640" height="155" /></a><p class="wp-caption-text">Panorama di Taman Bunga Nusantara</p></div>
<p>Kegiatan pertama yang ingin kami lakukan adalah berkeliling TBN menggunakan kereta, namanya Dotto Train. Uang Rp. 25.000 kami keluarkan untuk membeli tiket, sekaligus naik kereta.</p>
<p>Tapi karena menjelang makan siang, kami pun makan dulu saja. Di dalam TBN ada kantin, namun cukup kecil. kira-kira hanya bisa memuat 15-20 orang. Harga makanannya pun tidak murah juga. Rata-rata harganya 20 hingga 30 ribu rupiah. Karena penuh, kami pun makan di areal parkir TBN. Tapi ternyata sama mahalnya. Nasi pakai sup, ati dan ampela serta es teh manis 2 gelas, plus <em>pocari sweat </em> kecil, harganya Rp. 28.000. Ugh!</p>
<p>Setelah makan, kami ke toilet, foto-foto sebentar lalu naik Dotto Train. Dengan kereta ini, kami diajak mengelilingi lingkar luar TBN. Mulai dari areal Taman Jam, Taman Perancis, hingga Taman Jepang dan rumah kaca. Perjalanan keliling ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.</p>
<div id="attachment_1624" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/Taman-Bunga-Nusantara-Trip-small1.jpg"><img class="size-full wp-image-1624" title="Taman Bunga Nusantara Trip - small" src="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/Taman-Bunga-Nusantara-Trip-small1.jpg" alt="" width="640" height="284" /></a><p class="wp-caption-text">Perjalanan Dengan Dotto Train</p></div>
<p>Berikutnya kami naik ke menara pantau, niatnya mau berfoto bersama. Setelah naik ke lantai 4, Aku sadar tak membawa konektor tripod dan kamera. Huhuhu. Batal deh foto bersama dengan tripod. Di menara ini pula kami bisa melihat seluruh area TBN, termasuk Taman Labirin yang akan kami sambangi.</p>
<div id="attachment_1625" class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><a href="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/DSC_0943-1-12.jpg"><img class=" wp-image-1625" title="Taman Rahasia" src="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/DSC_0943-1-12.jpg" alt="" width="576" height="383" /></a><p class="wp-caption-text">Taman Rahasia</p></div>
<p style="text-align: left;">Kami turun lalu masuk ke labirin. Setelah berputar-putar, ternyata kami bisa sampai di tengah dengan cukup mudah. Ternyata tak sesulit yang dibayangkan; meski banyak orang lain yang tersesat. *sombong*</p>
<p>Selepas labirin, kami menuju taman-taman lain. Perancis, Bali, Jepang lalu Rumah Kaca jadi tujuan kami. Sebenarnya ada beberapa taman lain dan objek wisata lain, tapi kami tak datangi. Objek lain seperti <em>go kart, </em>kolam apung, kereta-keretaan, tempat <em>outbound </em>dan beberapa lainnya (lupa).</p>
<p>Di tengah-tengah perjalanan, hujan deras melanda. Untungnya kami sedang berisitirahat di semacam gubuk di Taman Bali. Sampai akhirnya atap yang bocor memaksa kami pindah. Tapi setelah hujan berhenti, udara nan segar dan matahari cerah, menyemangati wisata kami (baca: si kekasih foto-foto).</p>
<p>Ah, memang tempat ini tempat yang pas untuk dinikmati pemandangannya. Bunga di mana-mana. Warna-warni di sana sini. Apalagi kalau untuk foto <em>pre-wedding. Eeh..</em></p>
<p>Setelah puas foto-foto, kami lalu membeli beberapa kaktus untuk oleh-oleh dan bergerak pulang ke Jakarta. Kami kira petualangan kami sudah selesai, namun ternyata belum <em>lho..</em></p>
<p>&#8230;cerita selanjutnya tentang <strong><a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1632" target="_blank">perjalanan pulang dari taman bunga nusantara</a></strong>.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1610&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1600' rel='bookmark' title='Menuju Taman Bunga Nusantara'>Menuju Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/361' rel='bookmark' title='Puas dan Tak Menyesali Keputusan'>Puas dan Tak Menyesali Keputusan</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1059' rel='bookmark' title='Tentang Kesederhanaan'>Tentang Kesederhanaan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1610/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menuju Taman Bunga Nusantara</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1600</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1600#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 06:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[taman bunga nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1600</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berangkat gelap, pulang gelap, tapi seruu!</p> <p>Kira-kira bergitulah perjalananku dan kekasih di awal libur panjang akhir pekan (23/03/2012). Bagaimana tidak? kurang lebih jam 05.30 kami sudah beranjak pergi ke <a title="Peta TBN" href="http://maps.google.co.id/maps?q=taman+bunga+nusantara&#38;hl=id&#38;ll=-6.728025,107.07942&#38;spn=0.003063,0.004823&#38;sll=-6.224756,106.803675&#38;sspn=0.012265,0.01929&#38;geocode=FYwEof8d27FdBiHY8w23E--5tA&#38;dirflg=r&#38;ttype=now&#38;noexp=0&#38;noal=0&#38;sort=def&#38;hq=taman+bunga+nusantara&#38;t=m&#38;start=0&#38;z=18" target="_blank">Taman Bunga Nusantara (TBN)</a> dan baru sampai Depok kembali jam 23.30-an. Namun di tengah-tengahnya, banyak petualangan seru yang kami alami. Mau tahu? [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1632' rel='bookmark' title='Pulang dari Taman Bunga Nusantara'>Pulang dari Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/459' rel='bookmark' title='Mengapa Takut Hujan?'>Mengapa Takut Hujan?</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1610' rel='bookmark' title='Wisata Taman Bunga Nusantara'>Wisata Taman Bunga Nusantara</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berangkat gelap, pulang gelap, tapi seruu!</p>
<p>Kira-kira bergitulah perjalananku dan kekasih di awal libur panjang akhir pekan (23/03/2012). Bagaimana tidak? kurang lebih jam 05.30 kami sudah beranjak pergi ke <a title="Peta TBN" href="http://maps.google.co.id/maps?q=taman+bunga+nusantara&amp;hl=id&amp;ll=-6.728025,107.07942&amp;spn=0.003063,0.004823&amp;sll=-6.224756,106.803675&amp;sspn=0.012265,0.01929&amp;geocode=FYwEof8d27FdBiHY8w23E--5tA&amp;dirflg=r&amp;ttype=now&amp;noexp=0&amp;noal=0&amp;sort=def&amp;hq=taman+bunga+nusantara&amp;t=m&amp;start=0&amp;z=18" target="_blank">Taman Bunga Nusantara (TBN)</a> dan baru sampai Depok kembali jam 23.30-an. Namun di tengah-tengahnya, banyak petualangan seru yang kami alami. Mau tahu? Mari kumulai.</p>
<p><strong>Menuju Taman Bunga Nusantara</strong></p>
<p>Mengingat Jumat itu adalah permulaan <em>long weekend, </em>kami memutuskan berangkat pagi-pagi. Harapannya, jalanan masih kosong. Jam 05.30-an kami berangkat dari Depok menuju <strong>Kampung Rambutan (KR)</strong>. Menurut info dari internet, kami bisa sampai ke TBN dengan menaiki bus dari sana, apapun yang menuju Tasikmalaya dan lewat Puncak. Katanya, naik bus <strong>Doa Ibu</strong> lalu <strong>turun di Pasar Cipanas</strong> dan <strong>naik angkot menuju TBN</strong>. TBN sendiri letaknya di Jalan Mariwati Km. 7, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: center;"> <iframe src="http://maps.google.co.id/maps?f=d&amp;source=s_d&amp;saddr=Jalan+Lingkar+Luar+Selatan,+13750+(Terminal+Kampung+Rambutan)&amp;daddr=Jalan+Mariwati,+Pacet+(Taman+Bunga+Nusantara)&amp;geocode=FXLDn_8dT91eBiHA3c4Q6cUAHQ%3BFYBbmf8ddONhBiES_p3Kjsrr6g&amp;aq=&amp;sll=-6.515908,106.954651&amp;sspn=0.784537,1.234589&amp;hl=id&amp;mra=ls&amp;ie=UTF8&amp;t=m&amp;ll=-6.51563,106.954795&amp;spn=0.42254,0.24655&amp;output=embed" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" width="425" height="350"></iframe><br />
<small><a style="color: #0000ff; text-align: left;" href="http://maps.google.co.id/maps?f=d&amp;source=embed&amp;saddr=Jalan+Lingkar+Luar+Selatan,+13750+(Terminal+Kampung+Rambutan)&amp;daddr=Jalan+Mariwati,+Pacet+(Taman+Bunga+Nusantara)&amp;geocode=FXLDn_8dT91eBiHA3c4Q6cUAHQ%3BFYBbmf8ddONhBiES_p3Kjsrr6g&amp;aq=&amp;sll=-6.515908,106.954651&amp;sspn=0.784537,1.234589&amp;hl=id&amp;mra=ls&amp;ie=UTF8&amp;t=m&amp;ll=-6.51563,106.954795&amp;spn=0.42254,0.24655">Lihat Peta Lebih Besar</a></small></p>
<p>Tak sampai setengah jam kami sampai di KR. Setelah membayar Rp. 8.000 kepada supir, kami masuk terminal KR di mana terdapat bus antar kota antar propinsi. Untuk masuk ke dalam, kami membayar Rp. 2.000. Karena ragu, kami tanya petugas karcis. Katanya, kami bisa naik Doa Ibu atau Kurnia Bakti. Di samping tukang karcis, ternyata kondektur Kurnia Bakti sudah menjajakan busnya. Kami pun masuk terminal dengan kondektur di samping kami.</p>
<p>Kami masih belum yakin dengan bus tersebut. Beberapa informasi yang didapat, tak menyebutkan info apapun tentang bus tersebut. Namun akhirnya kami naik bus <strong>Kurnia Bakti</strong>, karena Doa Ibu tak kunjung muncul.</p>
<p>Jam 06.15 bus mulai beranjak. Tapi baru jam 07.00-an, setelah <em>ngetem</em>, bus berjalan keluar terminal. Setelah sampai jalan baru KR, bus sudah penuh. Banyak penumpang yang berdiri di koridor. Fiuh, kami beruntung bisa jadi dua penumpang pertama, sehingga bisa duduk dan memilih kursi.</p>
<p>Kondisi bus cukup nyaman: ber-AC, kursi cukup bersih dan yang penting tak ada asap rokok! Tarif bus ini cukup variatif. Kami <strong>sampai Cipanas, dikenai Rp. 15.000</strong>. Tapi ada mbak-mbak yang hanya membayar Rp. 7.000. Ada juga yang lebih dari itu.</p>
<p>Perjalanan penuh macet pun dimulai. Di dalam tol dekat Ciawi, kalau tak salah di KM 42, kami sudah mulai terjebak macet. &#8220;Dinikmati sajalah,&#8221; kata si kekasih.</p>
<p>Dan memang, sampai Puncak, kami masih menemui beberapa titik kemacetan. Meski demikian, kami beruntung karena saat naik ke Puncak, jalur turun sedang ditutup. Jadi bus kami bisa cukup lancar jalannya.</p>
<p><strong>Dua Alternatif Jalur</strong></p>
<p>Sesampainya dekat Puncak Pass, kami mulai bingung akan turun dimana. Rencana awal kami adalah turun di Pasar Cipanas lalu lanjut ke TBN. Namun sang kondektur bus bilang kami turun di Hanjawar (dibaca Hanyawar) saja. Kami pun memutuskan minta bantuan kondektur untuk mengingatkan jika sudah tiba di Hanjawar.</p>
<p>Kondektur pun menepati janjinya. Kami lalu turun di pertigaan Hanjawar. Lalu kami naik angkot lagi, berwarna kuning, menuju ke TBN. Tapi ternyata kami harus naik 1 angkot lagi agar sampai TBN. Setelah kami tanya supir angkot tersebut, ternyata ada angkot lain dari Pasar Cipanas menuju Mariwati, dan ini yang langsung sampai TBN. Mestinya ini yang tadi kami naiki jika turun di Pasar Cipanas.</p>
<p>Kami lalu diturunkan di perempatan, lalu <em>nyambung </em>angkot menuju TBN. Dan kami pun sampai di TBN kurang lebih pukul 11.00-an. Lumayan juga waktu yang dibutuhkan. Hampir 5 jam.  Tapi kami sudah siap untuk berwisata! TBN sudah menanti untuk dijelajahi!</p>
<div id="attachment_1628" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/DSC_0811-1-1.jpg"><img class=" wp-image-1628 " title="Gerbang TBN" src="http://fatriatmokohs.com/wp-content/uploads/2012/03/DSC_0811-1-1.jpg" alt="" width="512" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Taman Bunga Nusantara Menanti</p></div>
<p><strong>&#8230;</strong>kisah selanjutnya di<strong> <a href="http://fatriatmokohs.com/archives/1610" target="_blank">wisata di dalam taman bunga nusantar</a>a</strong></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1600&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1632' rel='bookmark' title='Pulang dari Taman Bunga Nusantara'>Pulang dari Taman Bunga Nusantara</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/459' rel='bookmark' title='Mengapa Takut Hujan?'>Mengapa Takut Hujan?</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1610' rel='bookmark' title='Wisata Taman Bunga Nusantara'>Wisata Taman Bunga Nusantara</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1600/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#twitedu Konstruktivisme: Pengalamanku</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1578</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1578#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 04:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1578</guid>
		<description><![CDATA[<p>Setelah lama hanya jadi pemirsa, akhirnya aku bisa berbagi pengalaman di kampus melalui #twitedu yang diadakan <a href="http://www.bincangedukasi.com/" target="_blank">Bincang Edukasi</a>. Tema kali ini adalah konstruktivisme.</p> <p>Aku sendiri bukanlah ahli di bidang ini. Pengetahuanku dibangun dari hasil membaca sendiri, diskusi dengan <a href="http://staff.ui.ac.id/profil/detail_dosen.php?id=130536705" target="_blank">Prof. Sri Hartati</a> dan pengalaman bergelut di sebuah mata kuliah umum yang dirancang [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/960' rel='bookmark' title='Belajar Menulis Cerita Pendek'>Belajar Menulis Cerita Pendek</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/942' rel='bookmark' title='Gratitoday: 080211'>Gratitoday: 080211</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/359' rel='bookmark' title='Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah'>Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama hanya jadi pemirsa, akhirnya aku bisa berbagi pengalaman di kampus melalui #twitedu yang diadakan <a href="http://www.bincangedukasi.com/" target="_blank">Bincang Edukasi</a>. Tema kali ini adalah konstruktivisme.</p>
<p>Aku sendiri bukanlah ahli di bidang ini. Pengetahuanku dibangun dari hasil membaca sendiri, diskusi dengan <a href="http://staff.ui.ac.id/profil/detail_dosen.php?id=130536705" target="_blank">Prof. Sri Hartati</a> dan pengalaman bergelut di sebuah mata kuliah umum yang dirancang dengan pemahaman konstruktivisme. Pengalaman itu kudapat ketika menjadi fasilitator diskusi <em>online </em>serta pelatih bagi pengajar dalam menggunakan aplikasi diskusi <em>online </em>tersebut.</p>
<p>Tentang perkuliahan berbasis konstruktivis, di kampusku ada sebuah mata kuliah tingkat universitas yang diberikan di tahun pertama kepada mahasiswa baru. Isinya macam-macam, mulai dari pancasila, filsafat, hingga sains kesehatan dan teknologi. Penerapan konstruktivismenya ada dalam bentuk metode diskusi yang digunakan sebagai metode utama.</p>
<p>Berikut ini ringkasan (yang amat ringkas) pengalamanku terlibat di dalamnya.</p>
<blockquote><p>pemahaman ttg konstruktivisme sy konstruk dari membaca dan diskusi dengan seorang profesor di kampus. moga tak menyesatkan #twitedu</p>
<p>menurut konstruktivisme, pengetahuan bkn &#8216;diberikan&#8217; guru tp dibangun sendiri olh pembelajar, lwt pengalaman dan insight dr situ #twitedu</p>
<p>pembelajar kemudian jd pusat utama kegiatan belajar. kalau di kampus sy, ngetop dengan student-centered learning #twitedu</p>
<p>metode yang dipakai adlh diskusi kolaboratif dan pembelajaran berdasarkan masalah. #twitedu</p>
<p>ke-2 metode dipilih krn bs memberikan siswa tanggung jawab dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi proses bljr mereka sendiri #twitedu</p>
<p>dlm diskusi, siswa diberi topik/pemicu untuk didiskusikan berklpk. pengetahuan dibangun bersama. tiap klpk bisa dpt hasil beda #twitedu</p>
<p>hasil diskusi kemudian dipresentasikan ke klpk lain. lagi, siswa bisa saling bljr dan menambahkannya ke dlm pengetahuan mereka #twitedu</p>
<p>anggapan dosen2: pengajaran dgn metode ini adlh makan gaji buta, krn siswanya yg hrs aktif. tapi nyatanya berkebalikan #twitedu</p>
<p>peran dosen berubah: jadi fasilitator, model dan pelatih. #twitedu</p>
<p>fasilitator: bangun kegiatan belajar kaya aktivitas shg siswa bs kaitkan pengtahuan lama &amp; baru, bs kerja sama &amp; pecahkan masalah #twitedu</p>
<p>model: contoh bagi siswa dlm berpikir &amp; bertingkah laku #twitedu</p>
<p>pelatih: beri petunjuk, umpan balik, bantu penggunaan strategi belajar &amp; mengarahkan siswa mencapai tujuan belajarnya #twitedu</p>
<p>jadi, kata siapa akan makan gaji buta? bagi yg kurang paham, mungkin iya. #twitedu</p>
<p>sejauh ini, dari hasil observasi saja, belum semua pengajar di kampus bisa menjalankan peran itu. memang tak mudah mengubahnya #twitedu</p>
<p>dan kebetulan, krn keterbatasan ruang kelas fisik, diskusi pun dirancang utk dilakukan secara online. muncul tantangan baru #twitedu</p>
<p>infrastrukturnya sdh siap? koneksi sdh siap? blm lagi pengajar perlu melek teknologi. yg biasa sj msh sulit, aplg dgn media baru? #twitedu</p>
<p>skrg hmpr 10 tahun &#8216;uji coba&#8217; metode ini, tantangan terbesar justru datang dr pengajar. sdh siapkah mengubah gaya &#8216;mengajar&#8217;? #twitedu</p>
<p>krn hrs diakui bhw sy dan pengajar2 sy adlh hasil produk &#8216;gaya&#8217; sebelumnya. #twitedu</p>
<p>apalagi dgn munculnya ICT, kami perlu menyesuaikan lg ketiga peran td agar sesuai utk lingkungan belajar online. ini tantangannya #twitedu</p>
<p>ujung dr semua ini adlh membuat siswa cinta belajar dan jadi pembelajar seumur hidup #twitedu</p>
<p>demikian racauan ttg bgmn konstruktivisme diterapkan di kampus sy #twitedu</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1578&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/960' rel='bookmark' title='Belajar Menulis Cerita Pendek'>Belajar Menulis Cerita Pendek</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/942' rel='bookmark' title='Gratitoday: 080211'>Gratitoday: 080211</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/359' rel='bookmark' title='Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah'>Fatmawati-Kemang-Pasar Minggu Demi Kuliah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1578/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Slank di Masa Remaja</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1571</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1571#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 14:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1571</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jadi, musik masa mudaku adalah Slank.</p> <p>Pertama kenal saat di kelas 2 SMP, dari seorang teman sekelas dan juga dari MTV yang sedang mulai jaya. Album pertama yang kupunya berjudul Lagi Sedih. Saat itu Slank sedang kacau-kacaunya. Narkoba dan juga keluarnya Indra, Pay dan BonQ, pentolan-pentolannya.</p> <p>Semua-muanya bergambar Slank. Tas slempangan, coret-coretan di sepatu, sampul [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/521' rel='bookmark' title='Kehidupan Anak Dicatat Ibu Pelupa'>Kehidupan Anak Dicatat Ibu Pelupa</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/747' rel='bookmark' title='Memulai Gratitoday!'>Memulai Gratitoday!</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1343' rel='bookmark' title='Dari Psikolog Jadi Pembuat Kue'>Dari Psikolog Jadi Pembuat Kue</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, musik masa mudaku adalah Slank.</p>
<p>Pertama kenal saat di kelas 2 SMP, dari seorang teman sekelas dan juga dari MTV yang sedang mulai jaya. Album pertama yang kupunya berjudul Lagi Sedih. Saat itu Slank sedang kacau-kacaunya. Narkoba dan juga keluarnya Indra, Pay dan BonQ, pentolan-pentolannya.</p>
<p>Semua-muanya bergambar Slank. Tas <em>slempangan, </em>coret-coretan di sepatu, sampul buku bahkan ukiran hasil vandalisme di meja kelasku. Makin lengkap dengan <em>playlist </em>Slank di manapun ada gitar dan kawan bernyanyi. &#8220;Keren <em>aja kayaknya</em> kalau jadi anak Slankers.&#8221;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 327px"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-NZmJLtH5kWg/Tdj6ZsnYBYI/AAAAAAAAAAY/w5SZqHi8_8Q/s1600/0601100017_logo-slank.jpg"><img title="Slank" src="http://4.bp.blogspot.com/-NZmJLtH5kWg/Tdj6ZsnYBYI/AAAAAAAAAAY/w5SZqHi8_8Q/s1600/0601100017_logo-slank.jpg" alt="" width="317" height="272" /></a><p class="wp-caption-text">Slank: Generasi Biru</p></div>
<p>Meski sudah tiap hari mendengarkan lagunya, baru ketika kelas 1 SMA aku menyambangi markas mereka di Gang Potlot dan mulai nongkrong di sana. Kadang datang dengan beberapa teman sekolah. Kadang sendirian. Tapi tak pernah bertemu langsung dengan salah satu dari personilnya waktu itu. Saat itu pula aku resmi jadi salah satu Slankers. Dibuktikan dengan kartu anggota; yang saat ini entah ada di mana.</p>
<p>Namun bersamaan dengan masa remaja yang mulai luntur, rasa slankers pun mulai luruh juga. Aku tak lagi ke Potlot. Album terakhir yang kumiliki dan kudengarkan adalah Virus Roadshow di tahun 2001. Di tahun yang sama, aku mulai berkuliah dan kenal dengan musik-musik lain.</p>
<p>Alhasil Slank terkubur dengan sendirinya bersama masa remaja. Namun bukan berarti kenangannya hilang. Sudah 2 bulan terakhir, suara Kaka, gebukan drum Bimbim, betotan bas Ivan dan raungan gitar Ridho dan Abdee mengiang di telingaku. Dan memori pun mengalir tanpa diminta.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1571&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/521' rel='bookmark' title='Kehidupan Anak Dicatat Ibu Pelupa'>Kehidupan Anak Dicatat Ibu Pelupa</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/747' rel='bookmark' title='Memulai Gratitoday!'>Memulai Gratitoday!</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1343' rel='bookmark' title='Dari Psikolog Jadi Pembuat Kue'>Dari Psikolog Jadi Pembuat Kue</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1571/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesalan Orang-orang Sekarat</title>
		<link>http://fatriatmokohs.com/archives/1555</link>
		<comments>http://fatriatmokohs.com/archives/1555#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 14:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FA Triatmoko HS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatriatmokohs.com/?p=1555</guid>
		<description><![CDATA[<p>Memang benar adanya bahwa penyesalan selalu datang belakangan, bahkan menjelang kematian.</p> <p>Penyesalan-penyesalan itulah yang dicatat oleh Bronnie Ware, seorang perawat yang bertugas menemani pasien-pasien sekarat selama 12 minggu terakhir mereka.</p> <p>Catatan Ware dalam blog-nya, <a href="http://www.inspirationandchai.com/Regrets-of-the-Dying.html" target="_blank">Inspiration and Chai</a>, kemudian dibukukan menjadi <a href="http://www.amazon.co.uk/TOP-FIVE-REGRETS-DYING-ebook/dp/B005OS3RSK" target="_blank">The Top Five Regrets of the Dying</a>. Di dalamnya berisi kearifan [...]
Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1320' rel='bookmark' title='Siapa Butuh Siapa?'>Siapa Butuh Siapa?</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/512' rel='bookmark' title='8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma'>8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1497' rel='bookmark' title='Malu Tulisan Masa Lalu'>Malu Tulisan Masa Lalu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang benar adanya bahwa penyesalan selalu datang belakangan, bahkan menjelang kematian.</p>
<p>Penyesalan-penyesalan itulah yang dicatat oleh Bronnie Ware, seorang perawat yang bertugas menemani pasien-pasien sekarat selama 12 minggu terakhir mereka.</p>
<p><em></em>Catatan Ware dalam blog-nya, <em><a href="http://www.inspirationandchai.com/Regrets-of-the-Dying.html" target="_blank">Inspiration and Chai</a></em>, kemudian dibukukan menjadi <em><a href="http://www.amazon.co.uk/TOP-FIVE-REGRETS-DYING-ebook/dp/B005OS3RSK" target="_blank">The Top Five Regrets of the Dying</a></em>. Di dalamnya berisi kearifan yang didapat orang-orang sekarat semasa hidupnya dan bagaimana kita bisa belajar dari mereka.</p>
<p>&#8220;Saat ditanya mengenai penyesalan atau tentang sesuatu yang berbeda yang mereka ingin lakukan, tema-tema umum muncul berulang-ulang,&#8221; katanya. Ini adalah 5 yang paling sering.</p>
<p><strong>Jujur Sesuai Diri Sendiri</strong></p>
<p>&#8220;Aku berharap punya keberanian untuk menjalani hidup yang jujur pada diri sendiri, bukan hidup seperti yang diinginkan orang lain.&#8221;</p>
<p>Ini adalah penyesalan paling umum dirasakan. Saat seseorang menyadari hidupnya akan segera berakhir, namun masih banyak mimpi di masa lampau yang tidak terwujud karena pilihan-pilihan yang mereka buat maupun tidak mereka pilih.</p>
<p><strong>Tidak Kerja Terlalu Keras</strong></p>
<p>&#8220;Aku berharap tidak bekerja terlalu keras.&#8221;</p>
<p>Penyesalan ini muncul dari pasien-pasien pria Ware. Mereka melewatkan masa-masa muda anaknya serta kasih sayang pasangan dan menghabiskan banyak waktu hidupnya dalam roda pekerjaan.</p>
<p><strong>Ungkapkan Perasaan</strong></p>
<p>&#8220;Aku berharap memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan.&#8221;</p>
<p>Banyak orang yang menekan perasaannya agar tak bermasalah dengan orang lain. Memang orang lain pasti akan berekasi saat kita berkata jujur, namun kejujuran itu nantinya akan meningkatkan kualitas hubungan yang ada. Atau, akan melepaskan kita dari hubungan yang tak sehat. Ujung-ujungnya, kitalah yang jadi pemenangnya.</p>
<p><strong>Komunikasi dengan Teman</strong></p>
<p>&#8220;Aku berharap tetap berkomunikasi dengan teman-teman.&#8221;</p>
<p>Banyak penyesalan mendalam saat para pasien tidak mengusahakan dan menyediakan waktu untuk pertemanan. Mereka terjebak dalam kehidupan sendiri dan melewatkan persahabatan. Dan saat ajal menjelang, kerinduan akan sahabat pun menyerang. Karena itulah yang dibutuhkan di minggu-minggu terakhir: cinta dan persahabatan.</p>
<p><strong>Lebih Bahagia</strong></p>
<p>&#8220;Aku berharap membiarkan diri lebih bahagia.&#8221;</p>
<p>Ternyata banyak yang tak menyadari bahwa kebahagiaan itu adalah sebuah pilihan. Mereka cenderung berada dalam pola hidup dan kebiasaan lama. Ketakutan untuk berubah memaksa mereka berpura-pura di hadapan orang lain. Di saat yang sama, mereka merindu untuk tertawa lepas dan melakukan hal-hal bodoh.</p>
<p><strong>Bagaimana Dengan Kita?</strong></p>
<p>Lalu bagaimana dengan kita? Mana yang akan kita pilih? Refleksikanlah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber</strong></p>
<p><a href="http://www.inspirationandchai.com/Regrets-of-the-Dying.html" target="_blank">Inspiration and Chai. Regrets of the Dying</a>. Diakses pada 5 Februari 2012.</p>
<p><a href="http://www.guardian.co.uk/lifeandstyle/2012/feb/01/top-five-regrets-of-the-dying/print" target="_blank">The Guardian. Top Five Regrets of the Dying</a>. Diakses pada 5 Februari 2012.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Ffatriatmokohs.com%2Farchives%2F1555&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan terkait:<ol>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1320' rel='bookmark' title='Siapa Butuh Siapa?'>Siapa Butuh Siapa?</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/512' rel='bookmark' title='8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma'>8 Hadiah yang Bisa Kita Berikan Cuma-cuma</a></li>
<li><a href='http://fatriatmokohs.com/archives/1497' rel='bookmark' title='Malu Tulisan Masa Lalu'>Malu Tulisan Masa Lalu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatriatmokohs.com/archives/1555/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

