Harapan di Tengah Hujan

Mendung yang sedari tadi diam, kini mulai menurunkan hujan. Tak tanggung-tanggung, guyurannya dalam beberapa detik telah membasahi keseluruhan jalanan di depanku. Biasanya, dia datang memberi peringatan dulu. Rintik-rintik, baru kemudian menderas. Tapi kali ini lain.

Kulihat sekitar, gerutu para pekerja kantoran yang pakaiannya kebasahan, mulai tampak. Sesekali mereka mengecek jamnya, mengeringkan rambut, menggulung bagian bawah celana, menutup kepala dengan handuk kecil, mengernyitkan dahi seraya menatapi langit dan mulai menyiapkan diri menanti redanya hujan. Mereka tampak tidak senang dengan hujan deras pagi ini.

Tiba-tiba, seorang dari mereka memanggilku. Dengan senang hati kutanggapi lambaian tangan wanita itu. Aku tersenyum kecil. Sudah terbayang di benakku, “ibu tak perlu kerja pontang-panting mencarikan ongkos, untukku sekolah esok.” Secepatnya kusiapkan diri dan meraih sebuah payung besar berwarna hijau muda, lalu berlari di tengah hujan yang telah membasahiku dengan secercah harapan.

*repost dari note yang kurang lebih sama, yang diterbitkan pada Selasa, 13 Januari 2009 pukul 07:25.