Kabar Menyesakkan

Ketidakberhasilanku mendapatkan beasiswa untuk sekolah ke Belanda, mengingatkanku pada seorang kawan.

Sebut saja namanya Eno. Pria bertubuh pendek namun kekar ini adalah temanku sedari TK hingga SMP. Karena sekolah kami tak ada SMA-nya, maka kami pun berpisah. Sejak saat itu aku tak lagi mengetahui kabar berita tentangnya.

Sampai suatu saat, sebuah info sampai di telingaku. Katanya, dia mendapat kesempatan berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Bogor, lewat jalur PMDK. Tentu aku senang.

Namun bukan itu inti beritanya. Menurut info, dia tidak mengambilnya karena tak ada biaya.

Oh. Seketika aku sedih karenanya. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Apa daya? Aku tak bisa bantu secara finansial. Nomor kontaknya aku tak punya. Mau berkunjung ke rumahnya, kok aku merasa tak punya keberanian ya? (penyakit introvert menyerang).

Dan yang paling sedih, adalah ketika kudengar info bahwa dia sedang bekerja sebagai kuli bangunan.

Aku hanya diam dan tak bisa berkata-kata lagi; terlalu sesak akal dan hati ini.

2 thoughts on “Kabar Menyesakkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *