kau kini

kata-katamu,
yang biasanya terdengar
seperti rintik hujan yang menyegarkan,
kini terdengar seperti halilintar yang menghancurkan.
dan aku,
kini seperti pohon yang tumbang
tersambar makna halilintarmu.
wajahmu,
yang biasanya terlihat
seperti pelangi yang mengagumkan,
kini terlihat seperti awan mendung tebal yang menyeramkan.
dan aku,
kini seperti anak yang ketakuta
nakan tersapu badai yang akan muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *