Meramalkan Perilaku Lewat Big Data

Sebagai lulusan psikologi yang bekerja di bidang pendidikan dan teknologi, buku Big Data karangan Viktor Mayer-Schönberger dan Kenneth Cukier memberiku insight mengenai potensi data yang terdokumentasi untuk dianalisis dan dipakai untuk meramalkan perilaku, khususnya dalam dunia pendidikan.

Penulis berargumen bahwa ilmu statistik ditemukan, salah satunya karena kesulitan untuk mengumpulkan data dari keseluruhan populasi (seperti yang dilakukan melalui sensus penduduk). Dalam meneliti suatu fenomena, peneliti mengambil sejumlah sampel yang menggambarkan populasi, lalu menggeneralisir yang didapat dari sampel ke populasi.

Big Data (2013)

Namun di era teknologi informasi dan komunikasi, mendapatkan data dari populasi dan menyimpannya, tidak sesulit dahulu. Proses pendataan memungkinkan peneliti untuk menyimpulkan langsung dari kesuluruhan data dalam populasi. Dari data tersebut, karena jumlahnya besar, bahkan bisa seluruh data dalam populasi (N=all), yang dibutuhkan adalah melihat hubungan dari beberapa data saja.

Di sini penulis berpendapat bahwa melihat hubungan saja dan tidak melihat sebab akibat, sudah cukup. Dari hubungan tersebut, peneliti bisa memprediksi fenomena yang akan muncul. Misalkan, dari daftar kata kunci yang diketikkan melalui Google, bisa ditemukan hubungan dengan penyakit yang sedang menjangkit di suatu masyarakat di suatu wilayah tertentu. Hubungan tersebut kemudian bisa dijadikan dasar untuk memprediksi daerah mana yang akan terjangkit penyakit yang sama.

Meskipun aku tidak setuju bahwa pencarian sebab akibat tidak terlalu relevan lagi, aku sepakat bahwa proses analisis data dalam jumlah besar, akan bisa bermanfaat dalam dunia pendidikan. Bayangkan jika suatu institusi memiliki suatu sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan sebagai kelas virtual. Data tentang perilaku dalam belajar online, misalkan membuat post diskusi, membalas, membuka materi, atau hanya mengunduh materi, bisa dicari hubungannya dengan prestasi akademis, seperti nilai akhir. Makin maraknya konstruk-konstruk psikologis yang berkaitan dengan pembelajaran online, makin membuka potensi adanya riset dengan menggunakan data dalam jumlah besar.

Di bawah ini Kenneth Cukier menceritakan isi buku Big Data dalam acara Talk at Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *