Nge-bolang menuju Tanakita

Sehari sebelumnya kami mengepak segala sesuatu yang kami perlukan. Target kami hanya bawa 2 tas punggung besar dan 1 tas punggung kecil untuk Francis.

Untuk Francis, kami siapkan 7 paket baju celana; termasuk untuk tidur. Kami juga bawa jaket, sepatu keds dan sendal untuk basah-basahan. Tidak lupa membawa senter, payung, jas hujan dan peralatan kebersihan serta kesehatan pribadi. Untuk popok, kami bawa 9 saja.

Perjalanan dimulai sejak pukul 5.30. Kami naik ojol menuju Stasiun Lenteng Agung untuk lanjut commuter line menuju Stasiun Bogor. Dari Bogor, kami pindah kereta, menuju Sukabumi; Stasiun Cisaat lebih tepatnya.

Tiket kereta api Pangrango tersebut sudah dibeli secara online. Ke Cisaat, kami hanya dapat tiket kelas ekonomi seharga Rp35.000. Pulangnya, kami dapat tiket kelas eksekutif seharga Rp.80.000.

Kereta ke Cisaat berhenti di Stasiun Bogor Paledang. Stasiun tersebut bisa dijangkau dengan menyeberang jembatan penyeberangan orang di depan Stasiun Bogor, lalu menyusuri rel kereta. Hal terpenting adalah tahu waktu keberangkatan, karena tidak banyak jadwalnya.

Jadwal kereta Bogor-Sukabumi

Perjalanan di kereta memakan waktu sekitar 2 jam. Dari Cisaat, kami lanjut naik ojol lagi, sekitar 10 km atau 30 menit. Selain ojol, bisa juga menyewa angkot. Tanakita punya kenalan yang biasa mengantar dan jemput penginap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *