Pacific Rim: Aksi, Ilmu dan Antarmanusia

Godzilla melawan Transformers bergaya perang Ultraman, ditambah dengan sedikit bumbu neurosains dan hubungan antarmanusia. Kira-kira itu yang muncul dalam memoriku ketika menyaksikan film Pacific Rim produksi Warner Bros dan Legendary Pictures. Meski begitu, ada yang lebih dari sekadar ingatanku, ketika selesai menonton film yang disutradarai Guillermo del Toro tersebut.

Begitu film mulai, aku diingatkan akan kehancuran yang didatangkan Godzilla ketika muncul pertama kali. Kemudian muncullah robot Transformers: Jaeger (dibaca yeiger) atau pemburu dalam Bahasa Jerman, dengan gaya berkelahi tangan kosong seperti Ultraman.

Gypsy Danger, salah satu Jaeger

Jaeger yang setinggi gedung pencakar langit dan mampu menggunakan kapal tanker sebagai tongkat tersebut, datang untuk melawan monster-monster alien yang dinamai Kaiju, atau monster dalam Bahasa Jepang. “Bigger is better” benar-benar berlaku di dalam film ini. Dan aku tak menyesal menyaksikan aksi mereka.

Namun Pacific Rim tidak berhenti di situ. Bumbu ilmu tentang saraf dipadukan dalam film untuk menjelaskan proses pengendalian robot raksasa. Menarik sekali, karena di dunia psikologi yang kupelajari,khususnya di negara-negara barat, ilmu saraf dan efeknya pada perilaku manusia, sedang hot sekali. Sehingga, momen munculnya Pacific Rim tampak kontekstual; setidaknya bagiku. Meskipun tak banyak penjelasan lanjutan, tapi lumayanlah sebagai permulaan.

Satu hal lagi yang menurutku paling menarik adalah hubungan antarmanusia dalam film ini. Diceritakan di sini bahwa seluruh dunia melupakan persaingan dan bergabung untuk melawan Kaiju. Gambaran ini diperjelas dengan bergabungnya Amerika Serikat, China dan Rusia dalam pertempuran. Selain itu, nampak juga dalam bersatunya pilot Jaeger dari Amerika dan Jepang, ras kulit putih dan hitam, serta ayah dan anak. Mungkinkah ini bisa terjadi di kehidupan nyata?

Kesimpulanku, film ini sangat menarik, baik dari aksi serta efek spesialnya, bumbu-bumbu ilmu pengetahuannya serta pesannya tentang hubungan antar manusia. Ditonton di bioskop 3D atau Imax mungkin akan lebih menarik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *