Rhoma Irama Meninggal!

Seorang pak tua penjual koran, muncul dari pintu bis kota yang kutumpangi. Sepasang ibu, kira-kira 40 tahun usianya, duduk dan berbincang di kursi depanku. Siang menjelang sore itu, aku sedang di terminal Kp. Rambutan; hendak pulang.

Pak tua mulai nyerocos; menceritakan singkat isi koran yang sedang dijualnya. Ibu-ibu juga asyik nyerocos; entah apa isi obrolannya.

“Pro-kontra Kedatangan Miyabi ke Indonesia,” begitu pak tua menjajakan tabloidnya.

Ibu-ibu juga masih saja nyerocos berduaan. Sampai,

“Rhoma Irama meninggal,” kata pak tua.

Kedua ibu, tak terkecuali aku, menengok dengan tegas ke arah pak tua. Kulayangkan pandangan ke arah tumpukan koran yang dipegangnya, mencoba mencari sumber informasi bapak itu. Namun, tak kutemukan kalimat seperti yang diucapkannya.

“Hah? Rhoma Irama meninggal?” salah seorang ibu bertanya dalam penasaran.

“Iya, subuh tadi,” pak tua menjawab dengan santai, sambil menunjukkan tabloid wanita di tangannya.

Kalimat seperti yang dilontarkan bapak tadi, juga tak kutemukan di tabloid tersebut. Sampai akhirnya pak tua itu bilang,

“Rhoma Irama meninggalkan mesjid subuh tadi,” tetap dengan nada santai.

“Sialan!” pikirku.

Kedua ibu pun segera saling pandang lalu nyerocos lagi.

One thought on “Rhoma Irama Meninggal!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *