Rumah Idaman di Villa de Romarin

Halo Kakak,

kita sudah sampai di Bandung nih. Sudah sampai di penginapan yang oke banget juga. Ayah dan Ibu sudah punya rencana sesampainya di sana. Bisa terlaksanakan atau tidak ya?

Kereta Argo Parahyangan tiba di tujuan akhir Stasiun Bandung, lebih cepat dari jadwal. Kita seharusnya tiba pukul 8.34, namun sudah sampai sekitar 15 menit lebih cepat.

Begitu turun kereta, bingung juga hendak ke mana. Stasiun tersebut memiliki 2 pintu keluar, Utara dan Selatan. Ayah dan Ibu sama-sama tak tahu harus keluar di mana. Akhirnya Ayah bertanya lokasi ITB pada petugas, dan diarahkan menuju gerbang Utara.

Dengan menyewa Grab Car, kami menuju Villa de Romarin, di kamar Rose. Rumah liburan tersebut ada di area Ciumbuleuit. Lokasinya agak menanjak, seperti di lembah. Awalnya kami terlewat, karena nomor rumahnya kecil dan tidak terlihat. Sampai akhirnya kami sampai dan disambut tuan rumah.

Pemandangan dari pintu gerbang

Tuan rumah penginapan ini adalah seorang perempuan. Teh Andriani namanya. Ia juga ramah kepada kami. Ibu bertukar cerita dengannya.

Rumah penginapan kami sangat menyenangkan dan artistik. Banyak barang-barang antik terpajang di dalamnya. Di garasi pun ada 2 motor antik terparkir.

Ruang tamu

Ruang dapur dan makan

Namun yang paling seru adalah Rolex, blasteran anjing kampung dan kintamani. Anjing berusia 8 tahun ini amatlah ramah. Begitu jumpa dengan kami, ia dapat langsung akrab. Apalagi kalau tercium bau makanan. Tiap kali mendengar bunyi plastik, ia langsung sigap menghampiri. Mungkin karena suara plastik menandakan ia akan diberi makan.

Lovable Rolex!

Kami menginap di kamar Rose. Di vila ini ada 2 kamar yang disewakan, masing-masing untuk 2 orang. Sebenarnya di lantai bawah masih ada 2 kamar lagi, namun hanya dapat menampung 1 orang. Oleh karena itu kedua kamar itu tidak disewakan.

Kamar kami dekorasinya bernuansa shabby chic. Manis sekali. Di dalam kamar itu tidak ada pendingin ruangan, namun pada malam hari tetap saja dingin. Pemandangan di jendela kami, ada kolam renang plus rumah warga dan pepohonan pinus. Sayangnya kami tak bisa berenang, karena tidak ada tangga di pinggir kolam, sehingga Ibu akan kesulitan untuk naik.

Kamar kami

Kolam renang

Ruang tamu dan dapurnya pun bersih, dengan dekorasi yang sederhana. Balkonnya menyenangkan sekali untuk diduduki lama-lama. Apalagi kalau sambil menikmati udara pagi.

Balkon

Kami senang sekali menginap di sini. Menurut kami harganya cukup murah untuk penginapan semacam ini. Penginapan ini seperti rumah idaman ayah dan ibu. Sederhana, tinggi atapnya, dan banyak kayu-kayu.

Doakan ya kakak, semoga suatu saat kita bisa membangun rumah mirip seperti itu. Amin!

One thought on “Rumah Idaman di Villa de Romarin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *