sayangi dia

sayangilah pepohonan,
bukan karena rasa kenyang setelah menyantap buahnya.
tidak juga untuk kekuatan sesudah kau makan daunnya.
terlebih atas bangku kayu yang kau duduki saat ini.

sayangilah dia,
karena ia yang bisa menghasilkan buah.
juga karena ia yang terus berdaun.
lebih lebih atas akarnya yang menyimpan air.

sayangi dia sebagaimana ia ada

2 thoughts on “sayangi dia

  1. Dalam buku “Ramayana” tulisannya Nyoman S Pendit,
    ada sebuah pesan yg didapat Rama dari gurunya,

    “Jadilah seperti pohon yg tidak membeda-bedakan. Orang baik atau jahat diterimanya berteduh. Orang baik atau jahat tetap dapat menikmati buahnya.”

    Bukannkah pohon telah menyayangi kita terlebih dulu?
    Dan kalau kita tahu sakitnya sayang yang tidak berbalas,
    mungkin ada baiknya kita berpikir lagi sebelum menyakiti pohon.
    Bukan begitu, Moko?
    Gw cuma mw mempertegas aja.

    O ya, amonia itu tidak dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh pohon loh… (if u know what I mean)

  2. @Melita
    yup.
    sayangilah dia.
    tapi tulisan ini bisa berarti banyak,
    tidak hanya sayang kepada pepohonan, namun semua kehidupan.

    tentang amonia, saya kurang mengerti ni :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *