Sembuh dari Retasan

Ternyata hal paling menggalaukan bagi penulis blog adalah jika blog tersebut kena retas. Dari pagi sampai sore gundahnya tak hilang-hilang.

Aku tak tahu pastinya, tapi sejak tanggal 23 Januari, blog pribadiku tak bisa diakses lagi. Sebelum tanggal itu, tampilan atas blog sudah mengalami masalah. Di sana muncul kalimat-kalimat aneh. Dari situlah aku tahu bahwa blog ini kena retas.

Tampilan header

Hingga akhirnya blogku benar-benar tidak bisa diakses lagi. Aku langsung lapor ke pengelola domain dan hostingku. Tim mereka sangat membantu, mulai dari menjawab pertanyaan penyebab dan memberikan bantuan pengembalian blog ke kondisi semula. Kata mereka, kode jahat tersebut sudah menjalar ke bagian admin.

Sabtu. 25 Januari, blogku akhirnya bisa diakses lagi. Namun ada 2 tulisan hilang, karena dikembalikan ke kondisi sebulanan lalu.

Yah, males juga kalau harus menulis ulang. Lupa pula isi tulisannya.”

Beberapa hari, aku mencari cara bagaimana bisa kedua tulisan tersebut muncul lagi. Mulai dari tanya ke pengelola hingga ke teman-teman yang paham urusan programming.

Akhirnya, pagi ini semua selesai. Solusi ditemukan, karena bantuan teman kantor yang handal programming.

Secara teknisnya, aku tak mengerti banyak. Mungkin ada langkah detil yang tidak teringat dan tertulis di sini. Namun konsep solusinya seperti ini. Pertama, unduh dan pasang server lokal, bisa pakai Wampserver (bisa di komputer atau laptop). Lalu buat basis datanya. Kemudian unduh dan pasang mesin wordpress di server lokal tersebut.

Kedua, buka localhost/phpmyadmin dan kemudian imporĀ file MYSQL yang ada di back-up blog, ke dalam basis data lokal tadi. Ini dimungkinkan karena aku rajin back-uping blog. Namun dalam back-up terakhir ini, blogku sudah terinfeksi kode jahat.

Ketiga, aku buka salah satu file dalam struktur basis data. Namanya NAMA DATABASE_posts. Dari sini aku bisa lihat seluruh tulisan dalam blog.

Aaaaah, senangnyaaa!”

Kutelusuri hingga tulisan terakhir dan menemukan 2 tulisan yang hilang. Langkah terakhir, gampang saja menyalin tulisan di situ ke dalam blog yang sudah sembuh. Selesai deeeeh!

Asik, bisa menulis lagi dengan tenang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *