Seminggu Usiamu

Dear kakak,

Hari ini, 16 November 2016, usiamu sudah 1 minggu. Banyak sekali yang mau ayah dan ibu ceritakan, mulai dari kelahiranmu hingga seminggu setelahnya. Dimulai dari kelahiranmu dulu ya. Kamu itu akhirnya lahir pada Rabu 9 November 2016, pukul 22.29. Bukan tanggal 10 seperti yang telah direncanakan bersama dr. Tyas.

Sebelum hari Kamis, kami ingin dapat opini kedua dari dokter lain. Maka hari Rabu siang kami menjadwalkan bertemu dokter Shinta, sekaligus ingin memeriksakan kondisi kepalamu.
Pada Rabu siang itu, ibu, ayah dan oma sedang makan siang di UI. Ibu merasakan kontraksi di perutnya. Kami masih berharap itu tanda persalinan normal, dan segera bergegas ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, katanya “air ketubannya tinggal sedikit.” “Kepala bayinya juga masih melayang.” Ia pun juga merekomendasikan operasi cesar. Apalagi setelah dilihat hasil CTG-nya. Di ujung kertas hasilnya, nampak ada fase tertidur, yang menandakan bahwa bayinya kurang aktif.

Nampaknya ia menangkap keinginan ibu untuk melahirkanmu secara normal. Ia menekankan bahwa dengan operasi, tidak akan mengurangi perjuangan ibu. Ia juga bilang akan mengkomunikasikan hasil temuannya ke dokter kami.

Dari hasil obrolan dengan dokter Tyas, ia memberikan opsi percepatan jadwal operasi. Yang sebelumnya pada Kamis pukul 17, menjadi Rabu malam pukul 22. Opsi lain, Kamis dini hari, tidak memungkinkan karena dr. Tyas akan ada jadwal menguji mahasiswanya.

Ayah dan ibu bingung memutuskan akan ambil pilihan yang mana. Dalam pikiran kami, masih akan ada waktu untuk persiapan; masih bisa nonton di bioskop juga. Kami, khususnya ibu, berharap dokter yang memberikan saran waktu terbaik, dan bukan diberikan pilihan untuk diputuskan sendiri.

Setelah diskusi dengan oma, perawat dan anjuran dokter, kami berdua sepakat memajukan jadwal operasi menjadi Rabu pukul 22. Alasan utama karena kondisi air ketuban yang sudah sedikit, dokter yang sudah menyediakan waktunya, dan tidak ada lagi yang perlu ditunggu.

Jadilah pukul 16, ibu mulai makan sebelum berpuasa menjelang operasi. Air mata kebingungan tadi, sudah berubah dengan keberanian dan kesiapan.

Menjelang pukul 22, dokter sudah berdatangan dan ibu pun sudah diajak ke ruang operasi. Ayah akhirnya mendapatkan izin menemani ibu saat melahirkanmu.

Begitu masuk ruangan, kulihat ibumu ditutupi kain-kain warna hijau; khas rumah sakit. Di tengah perut ibu, sudah disiapkan area untuk dibuka. Aku hanya boleh berada di area tertentu saja, kata perawat.

ayah dan ibu menunggumu

ayah dan ibu menunggumu

Pukul 22.10 ayah masuk, setelah kamu dibantu didorong oleh perawat, pukul 22.29 kamu lahir. Kamu diangkat oleh perawat, lalu dibersihkan. Ketika itu suara tangismu mulai membahana.

“Selamat datang, nak. Kamu sudah lahir ke dunia.”

Setelah bersih, kamu dibawa menuju pelukan ibu. Ibumu nampak bahagia sekali menerimamu; meskipun sedikit teler karena efek anestesi. Sekitar 15-20 menit kamu di pelukan ibu. Walau tak sampai menyusu pertama kali, itu sudah cukup; mengingat dinginnya ruang operasi.

Selanjutnya, kamu dimasukkan ke inkubator, supaya suhu badanmu bisa menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Perut ibu pun mulai dijahit, sebelum diistirahatkan di ruang pemulihan.

“Syukurlah, kamu dan ibu selamat dalam proses persalinan.”

Kamu lahir dengan berat badan sekitar 3.3 kg, panjang 51 cm, lingkar kepala 36 cm dan lingkar perut 35 cm. Cukup besar  dan panjang lho. Keputusan untuk operasi malam ini, kami syukuri, karena demi kebaikan kamu.

“Halo nak, akhirnya kita berjumpa. Mulai saat ini, kamu akan dikenal dengan nama Francis Lentera Nusantara.”

Kakak Francis

Kakak Francis

Doa kami, semoga engkau dapat menjadi pribadi yang dekat dengan Tuhan, alam dan sesama, sederhana; seperti Santo Fransiscus dari Asisi dan Paus Fransiscus, serta akan menjadi terang bagi sesamamu.

Salam kasih dari ayah ibumu.

One thought on “Seminggu Usiamu

  1. Pingback: Ulang Bulan dan Tahun - aku dalam kata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *