Sepuluh Menit Menjadi Gelandang Jempolan

Siapa tak kenal Steven Gerrard, ikon klub sepakbola kota Liverpool? Atau Kaka, playmaker kebanggaan Brasil? Atau pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi? Mereka semua adalah pemain sepabola kelas wahid. Memiliki teknik bermain sejago mereka, barangkali adalah idaman setiap pesepakbola. Namun, kadang kita juga harus realistis dengan kemampuan kita. Kita bisa jadi tidak mungkin akan mampu menjadi gelandang sehandal mereka. Tapi walaupun begitu, kita tak perlu berkecil hati. Sekelompok peneliti telah menemukan sebuah program intervensi psikologis yang bisa membantu kita menampilkan performa apik ketika bermain bola. Dan berita baiknya lagi, kita bisa menerapkannya sendiri dengan mudah!

Richard C. Thelwell dan koleganya melakukan studi terhadap efek intervensi psikologis pada pemain sepakbola yang berposisi sebagai gelandang. Dalam penelitian ini, mereka mengamati performa 3 pesepakbola dalam 3 komponen (mengumpan, sentuhan pertama/first touch, dan jegalan/tackle), pada 8 pertandingan kompetitif. Ketiga partisipan yang berusia antara 20-23 tahun dan biasa beroperasi sebagai gelandang di klubnya ini, diukur tingkat keberhasilannya dalam mengumpan, mengontrol bola pada sentuhan pertama, dan menjegal.

Sebelum 3 komponen itu diukur, mereka terlebih dulu diberikan 3 materi pelatihan psikologis, yaitu relaksasi, imagery dan self-talk. Pada materi pertama, partisipan dilatih melakukan relaksasi. Tujuannya adalah untuk membantu mereka meningkatkan kontrol diri, fokus, dan juga dalam membuat keputusan di lapangan. Setelahnya, partisipan dilatih untuk membayangkan diri berhasil melakukan umpan, mengontrol bola, menjegal dan juga mengambil keputusan. Latihan membayangkan ini dilakukan agar mereka termotivasi serta merasa kompeten dalam bermain. Materi ketiga yaitu self-talk. Partisipan dilatih untuk melakukan obrolan dengan diri sendiri dengan kata-kata positif dan menghindari kata-kata negatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi dan juga fokus pada pertandingan.

Ketika menjalani pertandingan, para gelandang itu mengaku mempraktikkan pengetahuan barunya. Hasilnya, ketiga pelatihan tersebut efektif dalam meningkatkan performa ketiga pemain selama babak kedua pertandingan, setidaknya dalam 2 komponen. Mereka mengalami peningkatan performa; mengumpan lebih tepat, mengontrol bola lebih baik, dan juga menjegal dengan berhasil. Selain itu, partisipan sendiri juga merasa mengalami peningkatan performa serta puas dengan pelatihan yang didapatnya itu.

Lalu, apa gunanya buat kita? Tentu saja jika kita ingin mencoba meningkatkan performa, kita bisa mencoba melakukan relaksasi, imagery, dan self-talk sebelum pertandingan. Coba luangkan waktu, 5-10 menit saja untuk diam, menegangkan otot, lalu lemaskan kembali dan nikmati kelegaan itu. Ulangi prosedur itu pada bermacam otot (mulai dari otot wajah, lengan, hingga ujung kaki). Juga, coba untuk membayangkan diri, dalam keadaan rileks, berhasil melakukan tugas sebagai gelandang (mengumpan, mengontrol bola dan menjegal). Dan terakhir, coba katakan pada diri sendiri bahwa kita bisa melakukan tugas-tugas tersebut. Gunakan kata-kata positif seperti “saya akan mengumpan dengan tepat sasaran” atau “saya akan mengontrol bola dengan baik”, bukan “saya tidak ingin gagal mengumpan”.

Nah, mudah bukan? Hanya butuh waktu sebentar dan tentunya mudah dilakukan. Selanjutnya, saatnya kita keluar menuju lapangan dan mulai menendang

*bisa dibaca juga di dailypsychology.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *