Si Cicak Hemidactylus Frenatus

Hal yang paling menyebalkan ketika mandi adalah ada cicak sedang mengamati di tembok. Mandi jadi tak nyaman, seperti ada yang mengintip, tapi secara terang-terangan. Kalau sedang iseng, biasanya aku ciprati hewan penghuni daerah sub dan tropis itu dengan air.

Lain lagi di ruang tamu. Tak jarang mereka buang air besar ke sembarang tempat. Kalau aku perhatikan dan simpulkan, tampaknya mereka mengincar manusia ketika sedang melakukannya. Karena aku merasa sering melihat mereka mendekat ke atasku dan mengangkat ekor, sebagai langkah pertama sebelum buang air. Kalau tak awas, bisa sial ketiban kotoran bau dan berbalut cairan mereka.

Namun ada hal unik ketika aku mengamati cicak di rumahku. Spesies dengan nama ilmiah Hemidactylus Frenatus ini memiliki warna kulit yang berbeda-beda. Ada yang berwarna abu-abu, cokelat tua, abu-abu tua, cokelat muda, berbintik-bintik tak beraturan. Tapi bukan warnanya yang unik, melainkan di mana cicak itu biasa mangkal. 

Hemidactylus Frenatus

Hemidactylus Frenatus

Reptil dari famili Gekkonidae yang aktif di malam hari ini berbeda warna, tampaknya menyesuaikan dengan daerah operasi mereka. Di kamar mandiku, dimana ada tembok dengan warna abu-abu, mayoritas cicaknya berwarna abu-abu. Pada kayu kusen di kamar mandi, ada cicak berwarna cokelat tua, serupa dengan warna kayu. Di dapur dengan kayu campuran warna cokelat tua dan muda, cicaknya pun menyerupai kayu itu. Di kamarku yang bertembok putih, mayoritas mereka berwarna pucat.

Apa mungkin ini bentuk adaptasi mereka agar bisa bertahan hidup? Jika iya, meskipun menyebalkan karena ulah voyeur terang-terangan dan buang hajat sembarangan, tapi canggih ya mereka?

*Gambar diambil dari CalPhotos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *