surat untukmu

untukmu, yang sering kuperhatikan.

selama ini,
aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan.
aku memandangi caramu berjalan;
menghafalkan langkahmu itu,
sehingga lain kali,
aku akan dapat lebih mudah mengenalimu dari kejauhan.

aku mengingat-ingat siapa saja kawanmu dekatmu;
mereka akan kujadikan penanda kemunculanmu,
sehingga lain kali,
aku tahu kau akan datang dari datangnya mereka.

aku memperhatikan raut wajahmu;
mencari lalu menyimpan senyummu dalam ingatanku,
sehingga lain kali,
aku dapat menghadirkan kembali dirimu dalam pikiranku.

aku mengutuhkan semua keberanian yang kupunya;
mengumpulkan dan menyatukannya,
sehingga lain kali,
aku dapat menyapa dan memulai perkataan denganmu.

selama ini,aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan.
tapi aku mencoba untuk berbuat sesuatu,
hingga kau akhirnya memperhatikanku pula.

dariku,yang sering memperhatikanmu.

*tulisan lama yang ingin kubagi kembali

8 thoughts on “surat untukmu

  1. kalo suka bilang aja langsung jangan dipendam dihati, urusan ditolak itu resiko…..coba lagi dan coba lagi. klo ga bilang ternyata dia suka kamu nyesel jadinya……………maka cinta katakan cinta…ga peduli apa kata orang

  2. Beruntung sekali ‘siapa pun itu’.. Setidaknya, selain Tuhannya yang menciptakan dia, ibunya yang melahirkannya, ayahnya yang bekerja demi hidupnya, dia juga (sepertinya) sangat berarti bagimu..

    *Pute yang mengagumi semua tulisanmu*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *