Susu Rasa Baru

Dear Francis,

Masih teringat kamu lahir dengan tangisan kencang yang menemani. Saat itu, berat badanmu diukur mencapai angka 3,3kg. Saat itu ayah dan ibu kaget, karena selama ini dokter memprediksi kamu hanya akan lahir dengan berat sekitar 2,9kg. Begitu pulang dari rumah sakit, beratmu menjadi 3,2kg. Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu, dan akhirnya kami kontrol ke dokter ketika usiamu 1 bulan lewat. Keputusan besar pun harus kami ambil setelah itu.

Francis, kamu mungkin sudah tahu, produksi ASI ibu belum banyak. Beberapa usaha sudah dilakukan ibu. Makan daun katuk, dan daun hijau lainnya, minum obat domperidone, minum jus bangun-bangun, memompa selepas menyusui; sudah dilakukan. Kamu pun sudah mendapatkan ASI dari donor.

Hari itu pun tiba, saat ayah dan ibu harus mengambil keputusan yang sebenarnya tidak kami harapkan. Untuk meningkatkan berat badanmu, kamu perlu mendapatkan suplemen dari susu formula.

Menurut penjelasan dokter, berdasarkan growth chart dari WHO, beratmu di bulan pertama ini sudah sampai 4kg. Namun saat kontrol, kamu masih 3,2kg. Setelah mencatat beberapa data, seperti berapa ml yang dihasilkan tiap memompa, berapa ml tiap kali menyusui; termasuk ASI donor, dokter memberikan penilaiannya. Meski mendukung ASI 100%, ia mengatakan bahwa perlu susu formula sebagai suplemen.

Untuk mencegah kamu gagal bertumbuh, opsi mengonsumsi ASI donor sudah dilakukan. Hasilnya di bulan pertamamu masih belum maksimal. Ayah dan ibu dengan berat hati memutuskan membantu perkembanganmu dengan sufor. Rasanya sesulit seperti melepaskan harapan melahirkanmu secara normal.

Namun, setelah dipikirkan masak-masak, semua kembali kepada pertumbuhan kamu. Kami ingin yang terbaik. Dari beberapa saran dokter dan konselor laktasi, semua menyarankan tambahan susu formula. Keputusan itu yang kami ambil. Kami yakin Tuhan akan selalu bantu perkembanganmu, meski menggunakan sufor.

Saat ini, sudah kurang lebih  seminggu kami memberikanmu sufor. Mungkin kamu sekarang sudah mulai merasakan bedanya ASI dan rasa sufor. Di akhir minggu, tercatat berat badanmu sudah mencapai 3,6kg. Berat tersebut sudah melebihi target 200gr per minggu. 

Tiap menyusui, rasa khawatir kehabisan ASI donor dan kekurangcukupan ASI, mulai menurun. Ayah dan ibu makin semangat. Asumsinya, semakin cepat naik berat badanmu, dan semakin happy ibumu, semakin cepat konsumsi sufor dihentikan.

Selain berat badan yang mulai naik, bentuk badanmu juga berubah, nak. Kaki dan tanganmu sudah mulai berisi. Pipimu apalagi. Gemas ayah dan ibu dibuatnya. Hahaha. ASI perahan juga mulai meningkat volumenya; kadang bisa 30-40ml. 

Saat ini, ayah dan ibu mencoba cara lain. Dalam minggu menjelang natal, kita menginap di rumah oma opa. Siapa tahu suasana baru dapat membuat lebih gembira. Selain itu, ibu akan mencoba akupunktur untuk memperlancar ASI. Doakan ya, Francis.

Bacaan lebih lanjut:

WHO growth chart

CDC growth chart 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *