Tanggung Jawab Gelar

Setelah sidang, akhirnya aku lulus dan diwisuda Februari 2015. Tambahan gelar di belakang nama, menjadi kebanggaan dan tanggung jawab sekaligus.

Siapa yang tidak bangga dengan gelar akademis. Magister, doktor atau dianugerahi gelar profesor. Gelar itu, setidaknya bagiku, mengindikasikan berkah, kerja keras dan ucapan terima kasih bagi orang tuaku.

Namun gelar tersebut menjadi tanggung jawab baru bagiku. Ketika wisuda, kami diminta membacakan janji wisudawan, yaitu:

  1. Akan menjunjung tinggi norma-norma ilmiah dalam lapangan keahlian kami masing-masing.
  2. Akan senantiasa setia dan berbakti pada almamater yang kami cintai dan agungkan Universitas Indonesia.
  3. Akan mengabdikan diri kepada rakyat, bangsa serta Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Secara khusus, bagiku poin 1 adalah yang paling berat. Sebagai seorang lulusan ilmu psikologi, aku perlu menyampaikan ilmu tersebut dengan benar. Artinya, sesuai dengan kondisi ilmu terkini. Apalagi manusia sebagai subyek ilmunya, adalah makhluk yang dinamis, sehingga ilmu tentang manusia pun akan mungkin dinamis.

Dinamika ilmu tadi membutuhkan keluwesan pribadi, supaya bisa tetap memperbaharui diri dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Lebih dalam lagi, artinya kita  dituntut untuk rendah hati menerima bahwa kebenaran yang kita ketahui, belum tentu benar di suatu waktu di masa depan.

Lagi-lagi, kesombongan adalah musuh utamanya.

So let me state it once again for myself, “please stay humble.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *