Televisi Pendidikan, Apa Kabarmu?

Tanggal 10 November lalu aku baru tahu bahwa Sesame Street berulang tahun ke 45, setelah membaca blog Chika. Jadi teringat ketika kecil aku belajar Bahasa Inggris lewat acara televisi itu; dan jadi teringat acara pendidikan yang kurang lebih tujuannya sama.

Di dalam acara yang biasanya tayang pada siang hari setibanya aku di rumah itu, ada bermacam tokoh yang berinteraksi tanpa diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Nampaknya dari Sesame Street, aku berkenalan dengan Bahasa Inggris dan mempelajarinya.

Lalu aku ingat, tahun 90-an ada sebuah televisi yang memiliki misi mendidik, yaitu Televisi Pendidikan Indonesia, atau TPI. Acaranya, aku ingat sekali, tiap jam 8 pagi ada acara pendidikan dengan format bercerita. Misalnya, ada sekelompok anak-anak sedang belajar bersama, sambil ada narator yang memandu pelajaran. Waktu itu mereka sedang belajar teorema Pitagoras. Aku juga merasa ikut belajar dari siaran semacam itu.

Logo TPI awal-awal. Diambil dari sini.

Namun kini, televisi tersebut sudah tiada. Berubah nama dan juga visi misinya. Saat ini, memang ada televisi pendidikan, gagasan dari Kementerian Pendidikan Nasional yang diresmikan tahun 2004. Namanya TV Edukasi atau TVE. Beberapa acara di TVRI juga aku sempat lihat, ada konten-konten pendidikan. Namun, berapa banyak dari kita yang menonton kedua saluran tersebut?

Siaran televisi pendidikan, memang sejatinya adalah salah satu sarana dalam proses pembelajaran jarak jauh. Menurut Marc Rosenberg di tahun 2001, pada awalnya siaran video digunakan untuk mengajarkan para tentara Amerika Serikat yang sedang ada di medan perang. Siaran tersebut berisi materi mulai dari menjaga kesehatan pribadi hingga perawatan senjata. Sejak itu program-program pendidikan dalam televisi pun berkembang.

Namun kejayaan televisi sebagai sarana pendidikan memudar, karena minimnya interaksi yang bisa terjadi dalam proses belajarnya. Apalagi munculnya internet yang memungkinkan adanya transmisi video plus interaksi.

Meski memudar, aku tetap yakin bahwa televisi adalah salah satu media pembelajaran yang bermanfaat, khususnya bagi wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau komputer; apalagi internet. Atau bagi masyarakat yang hanya mampu memiliki televisi di rumahnya.

Mungkin aku salah, karena beropini tanpa dukungan data yang kuat. Namun, apa kabarnya televisi pendidikan di masa ini? Semuanya seakan tergerus televisi dengan siaran hiburan. Memang tak ada yang salah dengan hiburan dalam televisi. Tapi apakah hiburan adalah yang utama?

Rujukan

Rosenberg, M. J. (2001). E-Learning: strategies for delivering knowledge in the digital age. New York: McGraw-Hill.

3 thoughts on “Televisi Pendidikan, Apa Kabarmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *