tersiksa sendirian

dari tatapan matamu,
aku menerka,
aku membaca,
dan
aku tahu ada yang tak beres;
ada yang tak biasanya.

tapi sebenarnya aku berharap :
bahwa aku tak tahu itu.
aku tersiksa
dengan hasil terkaan dan bacaan inderaku sendiri.

kubohongi diriku sendiri,
berpura-pura tak tahu.
kuanggap aku tak tahu apa-apa.
kuanggap aku salah menerka keadaan.
kuanggap aku salah membaca tanda.

namun,
justru itu semakin menyiksaku..

sekarang,
aku hanya bisa berharap
aku salah menerka
dan
aku salah membaca.

One thought on “tersiksa sendirian

  1. moko…
    hai, gue juga ngerti banget,, perasaan lo di puisi ini. kadang2 kita emang harus berpikir simple untuk segala sesuatunya, tapi kematangan dan kedewasaan membuatnya kita berpikir sepanjang lautan, walaupun sebenaranya kita baru jalan sepanjang selokan.
    nice to know that I have someone in common.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *