Ulang Bulan dan Tahun

Dear Francis,

Mulai sekarang ayah mengganti “kakak” dengan “Francis” ya, karena engkau kini telah bernama. Terakhir kali ayah menulis tentangmu, adalah 3 minggu lalu, saat usiamu sudah 1 minggu. Sekarang, usiamu sudah sebulan, bertepatan dengan ulang tahun ibumu. Selama 3 minggu itu, banyak cerita yang bisa ayah bagi denganmu, khususnya tentang ASI

Sudah menjadi komitmen ayah dan ibu ingin memberikan ASI ekslusif kepadamu, selama 6 bulan, dan makanan pendamping ASI (MPASI) hingga 2 tahun. Kami yakin, berdasarkan kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, bahwa ASI adalah sumber makanan terbaik bagimu.

Sejak memasuki masa kehamilan, ibu dan ayah beberapa kali ikut seminar tentang ASI, MPASI dan sejenisnya. Meski sudah merasa tahu dan bisa, tetap saja ketika engkau pertama kali menyentuh puting dan menghisap payudara ibu, ibu dan ayah kebingungan. Belum yakin juga apakah ASI sudah keluar atau belum. Meski belum yakin, hebatnya, kamu sudah menghisap susu, nampaknya dengan cara yang tepat. Ayah dan ibu bangga padamu, nak.

Hari ketiga setelah kamu lahir, ibu sudah boleh pulang. Sesampainya di rumah, mendadak kamu rewel. Dan ketika suhu badanmu diukur, sempat mencapai 38 derajat selsius. Kami ingat batas 37.5 derajat, yang disampaikan perawat. Disusui pun sulit. Karena panik dan bingung, segera kami bergegas ke rumah sakit terdekat.

Di rumah sakit kami jadi tahu bahwa beratmu 2,9 kg, turun dari 3,3 kg ketika kamu lahir. Dari dokter juga kami tahu bahwa ASI sudah keluar, meski sedikit. Ibu jadi lebih tenang dan optimis.

Namun hari-hari berikutnya jadi penuh tantangan. Terutama karena produksi ASI belum banyak. Kalau kusimpulkan, ada lingkaran setan yang tidak putus-putus. Produksi ASI sedikit, kemungkinan karena stres. Produksi ASI juga membuat ibu menjadi stres. Kamu pun jadi cranky. Ibu makin pusing. Tidur kurang. Belum lagi dorongan dari konselor ASI dan dokter anak, supaya menambah asupan ASI. Stres tambah lagi.

Dua minggu lewat. Tiga minggu lewat. Berat badanmu masih belum kembali ke berat badan lahir. Saran dari konselor laktasi dan dokter anak: (1) minta donor ASI; diberikan menggunakan sendok, cup feeder, atau menggunakan selang NGT, atau (2) minum susu formula. Kami memilih opsi pertama, dan sangat bersyukur sudah ada yang bersedia mendonorkan. Ayah kehabisan kata terima kasih untuk si mbak donor. 🙂

ASI lewat NGT

Setelah mengkonsumsi ASI donor. Kami, khususnya ibu menjadi lebih rileks. Ayah juga demikian. Kamu juga lebih terpuaskan rasa laparnya. Tanggal 8 kemarin, beratmu sudah sampai ke angka 3,3 kg. Dan pagi ini, baru sekitar 5-10 menit ibu memerah ASI, sudah dapat 20ml. Biasanya sudah 30-60 menit baru dapat 20-30ml.

Di hari ulang bulan dan ulang tahun ibumu, kami sangat bahagia. Kamu berdua sehat, dan nampaknya bergerak menuju lebih sehat lagi. Berat badan mulai naik. Produksi ASI makin banyak. Keluarga juga sehat-sehat. Belum lagi kamu punya 2 saudara perempuan yang baru lahir.

Ayah dan ibu sayang padamu, Francis <3

Indeed. God is god; if not, great! 

2 thoughts on “Ulang Bulan dan Tahun

  1. Smangat mas Moko! Pengalaman yg hampir2 mirip sm aku! Mmg butuh ayah yg support jg krn kalau hny ibu seorang yg berjuang sndiri akan stress 🙂 senang dan bangganya ibu dan Francis ada mas aku wktu itu pake selang NGT saat produksi asi ku kejar2an sm sufor, pas joslynn 8 bulan … jadi gatot krn dia ud ngerasa ganjil kali ya. Smangat trus! Tuhan berkati.
    Anyway jadi kangen nulis lg hehe

    • Thanks Kathy!
      Ayo nulis lagi dong. Pasti ada bahan-bahan yang bisa ditulis. hehehe
      GBU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *